Langsung ke konten utama

Postingan

Perjalanan Panjang Penuh Peluh

Maaf yah buat pembaca yang menunggu-nunggu tulisanku selanjutnya yang akhirnya malah numpuk di akhir bulan dan ide-ide yang harusnya masih fresh dari otak-ku jadi mesti direka ulang di (yah tentu saja) otakku. Kalau mau diceritain dari awal pasti bakalan bosenin dan kesannya narsis. Tapi bagi yang beneran mau baca harus baca sampai akhir, nggak boleh setengah-setengah. Hayo komitmennya dek... Dan mulai dari sini sampai beberapa artikel ke depan bakalan bahas kehidupan seputar kampus yang akan aku bagi dalam beberapa part dan akan ada juga beberapa foto penunjang yang menjadi daya tarik di blog ini (promosi!!!!). Maklum, saya orang norak yang baru saja melepas rok abu-abunya dan menggantinya dengan rok putih... hngggg... loh? Maksudnya gini. Di dunia perkuliahan, saat OSPEK(bahasa lamanya) yang sekarang berubah menjadi OKK(bahasa gahulnya) yang singkatan dari Orientasi Kehidupan Kampus, yaitu semacam MOS seperti di SMA atau SMP saat awal masuk, ternyata nggak seperti yang dibayangkan. ...

Aku pun Juga Belajar

Aku pun juga belajar Ini malam terakhir di bulan Agustus saat aku, Mrs. Raibow dan Mrs. Muscle di kos di sudut dan pelosok sebuah daerah di Depok. Malam ini aku bener-bener mau habisin waktu buat ngobrol sama mereka dan bercanda bareng. Pokoknya memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena dua Mrs.itu bakalan PP dan nggak satu tempat kos lagi. Sebelum acara ngumpul ini berlangsung, aku dan Mrs. Muscle makan bareng di WNK deket tempat kos. Terus, pastilah kalau dua orang cewek sedang ngumpul ujung-ujungnya ngobrol apa aja, yang penting nggak diem kaya tokek racun. “Le, gara-gara aku deket sama kamu nih, aku jadi lebih bisa menghargai diri sendiri, sebelumnya kan suka minder,” kata Mrs.Muscle. Aku ngangguk-ngangguk. “Nah, si Mrs.Rainbow nih sekarang yang mesti didukung supaya nggak minder lagi.” Aku masih ngangguk-ngangguk aja, nggak tahu mesti ngomong dan respon gimana. Masalahnya, bukan aku yang bikin Mrs.Muscle jadi lebih PD. Sebenarnya, dia sendiri yang melihat dan belajar dari sikap or...

Promosi!!!

Bagi para pembaca yang mempunyai kebutuhan akan alat-alat listrik dan alat-alat lainnya, dispenser, kipas angin, tes pen, cat, selang, gembok dan kunci, segala macam lem, amplas, engsel, kabel, thinner, teko listrik dan lain sebagainya, silahkan kunjungi... TOKO SINAR BARU Jalan Pedongkelan Cengkareng Jakarta Barat 11720 atau bisa hubungi saya dan tinggalkan komentar anda. Barang dapat diantar dan dikirim dengan kuota dan jumlah tertentu. Harga bisa tanyakan langsung pada saya. Bagi yang sungguh-sungguh berminat bisa hubungi saya, nanti saya beri nomor hp. Email saya di fvirgana@yahoo.com Harga bisa di nego, kualitas barang bagus dan akan bonus, promo lainnya akan dipertimbangkan dengan syarat dan ketentuan berlaku. Silahkan ambil langkah awal menjadi member dan pelanggan tetap kami karena akan mendapat keuntungan bagi anda dan kami. Terimakasih.

Dari Idealis jadi Pesimis terus Optimis

Apa yah nih? Ideal? Hem hem Aku ingat seseorang pernah menjelaskan padaku bahwa di dunia ini nggak ada yang bener-bener ideal. Lantas, bagaimana dengan rumus fisika gas ideal? Nah loh? Aku mau jelasin, Cuma ini berharga. Ilmu yang rahasia. Mesti bayar mahal buat tahu. Tapi, tapi... Oke, gini aku jelasin dikit yah. Gas ideal itu ga ada. Cuma ada satu patokan yang dianggap paling mendekati ideal. So , itu yang digunain. Terus apa hubungannya sama post ini? Itu Cuma cuap-cuap nge-latih kesabaran sampe mana kamu mau baca tulisanku. Jangan ngaku suka baca blog ini kalau belom baca sampe titik terakhir. Jadi, aku mau ngomong tentang idealisme yang nggak akan pernah terwujud di bumi pertiwi Indonesia ini. Aku baru aja nyorot, setitik kecil lokasi di kota Megametropolitan di Jakarta Utara yang ngakunya kawasan elit gara-gara ada perumahan orkay (orang kaya) yang bernama Kelapa Gading. Yang punya mall bernama MOI ( Mall of Indonesia ) yang di dalemnya ada dufan mini yang aduhai, megahnyo gedun...

Aku Jomblo dan Aku Bahagia (Curhat abis)

Hem, bingung mau nulis apa dan mau mulai gimana. Biasanya kalau udah di wc sendiri lagi nongkrong atau lagi merem-merem mau tidur, banyak deh ide yang bersileweran. Sayang sekali, alat ajaib dari Doraemon di abad 22 yang langsung bisa menulis sendiri apa yang kita pikirkan belum ditemukan. L Yah, pokoknya aku mau nulis aja. Nulis itu udah jadi bagian yang penting dalam hidupku. Setiap kata-demi-kata sederhana, simple, nggak perlu terlalu banyak konotasi bisa dirangkai jadi sebuah puisi yang puitis, jadi cerita tragedi yang tragis atau juga jadi cerita konyol yang bingin ngiris. Doeng... Mau ngomong cinta, terlalu secret. Mau ngomong tentang temen-temen, wuih, panjang, cerita seru tiada akhir soalnya paling gokil ngalamain di SMA. Dan baru kali ini nggak ada tuh yang namanya selek tingkat tinggi kaya SMP. Nggak ada bully-bully (Zaemon à tokoh di Shinchan) yang sok jago oleh senior. Oke, aku ceritain dikit tentang love story yang nggak seru-seru amet. Aku selama 18 tahun, baru pacaran s...

Berjuang part 3

Setelah itu berbagai kejutan menanti. Suatu malam di hari Selasa, datanglah rombongan saudara-saudariku tercinta. Kucluk-kucluk. Aku seneng banget karena udah lama banget nggak ketemu mereka karena aku mesti kerja kan supaya menambah uang saku-lah setidaknya karena gaji yang nggak seberapa juga sih tapi aku seneng kok dengan pekerjaanku dan menikmati. Karena aku tahu, aku bekerja untuk siapa. BAPA kok yang udah nempatin aku di sana dan ngasih aku kerjaan. Aku tahu bakal dapet sesuatu dan belajar sesuatu di sana. Oke, karena aku kerja (magang) dari jam 9 masuk sampe jam 5 tidak teng-teng keluar, dari Senin-Sabtu, aku yah susah lah punya waktu luang. Rasanya gregetan juga. Aku kan biasanya deket-deket dan ketemuan sama saudara-saudara aku tuh. Nggak biasa aja kaya gini. Ini pasti dipersiapin BAPA juga buat aku supaya waktu nanti aku kos kuliah di Depok sana nanti, aku yah udah harus terbiasa menahan rindu (cie i lah). Saudara-saudariku dateng dengan senyum-senyum gitu. Aku seneng. Hem, h...

Berjuang part 2

Ternyata perjuangannya nggak sampai sana aja. Pas pulang, lampu ruangan udah gelap semua, masuk pager juga buka sendiri. Cuma pintu kayu aja yang dibukain. Beres-beres kaya orang bisu soalnya pada udah setengah tidur. Padahal baru setengah sebelas loh. Terus aku mandi yang bersih karena lengket sama keringet. Aku masuk kamar pelan-pelan. “Kok pulangnya malem?” tanya mama. “Iya ma,” gitu aja jawab aku. Terus aku mencoba tidur tapi matanya nggak bisa terpejam. Aduh, dag dig dug. Jam 3 gimana nih nasib nya? Ternyata beres deh, jam 3 terlewati dengan aman, syukurlah... Keesokan paginya, bener-bener pagi, aku buka internet buat kaya daftar ulang gitu deh. Cici aku yang masuk kamar bilang, “Cie, selamat yah masuk UI.” Mama aku masuk, “Mama tahu kamu buka internet buat liat pengumuman kan? Udah masuk tuh, seneng kan?” nada mama jutek banget. Jep! Aku nangis tapi cepet-cepet aku apus. Soalnya aku ngarepnya kan mama bakalan bilang, “Selamat yah Nak, kamu lulus, sudah buat orangtua bangga!” Nope...