Langsung ke konten utama

Postingan

Pertanyaan ini itu

Kadang aku kepikiran dan akhirnya nggak pernah menemukan jawaban dari pertanyaanku. Pertanyaan itu sederhana. Mengapa ada orang jahat di dunia ini? Padahal Tuhan sudah memberikan yang baik pada manusia. Apakah adanya perbedaan membuat seseorang ingin mendapatkan posisi yang sama dengan orang lain itu? Ada yang kaya dan miskin, namun semua Tuhan pelihara. Sama-sama oksigen yang kita hirup dan melepaskan CO­2. Lantas, mengapa bangsa-bangsa terlalu rusuh untuk memperebutkan sebuah batas garis tanah kepemilikan? Padahal, sama-sama tanah yang dipijak, bukan melayang di udara, sama-sama merasakan sayuran yang dihasilkan bumi, tempat kita huni bersama. Kalau Bumi adalah tempat tinggal kita, mengapa harus saling gusur, resah, dan marah? Mengapa tidak bersama membangun? Namun, yang kulihat hanya saling menjatuhkan dan menghancurkan, setiap kali ada kesempatan. Atau kalau memang belum ada kesempatan, dibuat-buatnya kesempatan itu. Mengapa ada air mata kalau tawa itu nikmat? Mengapa harus berteriak…
Postingan terbaru

Lagu Penuntun Malam (Ed Sheeran) #6

Seperti biasa, di malam ini aku mengerjakan tugas sambil mendengarkan lagu. Lirik lagu-lagu di bawah ini yang menurut aku ngena banget di aku.

Selamat menikmati.


Ed Sheeran- How Would You Feel

You are the one girl
And you know that it's true
I'm feeling younger
Every time that I'm alone with you
We were sitting in a parked car
Stealing kisses in the front yard
We got questions we should not ask but
How would you feel, if I told you I loved you?
It's just something that I want to do
I'll be taking my time, spending my life
Falling deeper in love with you
So tell me that you love me too
In the summer, as the lilacs bloom
Love flows deeper than the river
Every moment that I spend with you
We were sat upon our best friend's roof
I had both of my arms round you
Watching the sunrise replace the moon
How would you feel, if I told you I loved you?
It's just something that I want to do
I'll be taking my time, spending my life
Falling deeper in love with you
So tell me that you love me t…

Roda

Hidup bagai roda yang berputar. Ada yang berputar untuk berotasi saja, ada juga yang bergerak maju seperti revolusi. Setiap putarannya menempuh jarak, tapi tidak setiap jarak menghasilkan perpindahan. Mungkin, hidup manusia seperti itu juga. Mereka berpikir bahwa asalkan mereka bergerak, mereka sudah meraih sesuatu. Tidak semua usaha itu dapat menghasilkan sesuatu seperti yang kita harapkan. Terkadang, hasilnya dapat lebih rendah dari batas standar yang kita tetapkan, atau kalau sedang beruntung, malah dapat lebih tinggi. Kadang di atas dan kadang di bawah. Tidak masalah, selama sebuah roda menghasilkan perpindahan. Namun, kalau pun hanya berotasi, sebuah gerakan pun dapat menghasilkan energi dari perputarannya. Apa yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, tidak sia-sia. Hanya saja terkonversi dalam bentuk yang berbeda yang tidak mudah teramati dan terlihat pada mulanya. Setiap perputaran di jalan yang tidak rata memberikan guncangan, gejolak, dan hambatan. Ada usaha tambahan untuk me…

LDR=Ruang

LDR bicara tentang perjuangan, jarak dan waktu, hati, kepercayaan, dan bagaimana belajar bersikap dewasa. Terdengar klise dan mudah diucapkan, pas dijalanin, alamak! Berat kali kurasa #gayabatak. Kali ini aku akan membahas mengenai keuntungan LDR, sekaligus bisa menjadi keburukannya juga. Bagaikan pisau bermata dua, bagaikan racun dan madu di tangan kiri dan kanan… Baiklah. Bisa dibaca di judulnya. Selesai. … Ruang. Apa yang dimaksud dengan ruang? Sebelumnya aku akan mengajak pembaca untuk membayangkan… Bayangkan kalau gaya pacaran non-LDR, dengan tipe cewek seperti aku yang maunya gelayutan manja setia setiap saat (#bukaniklan). Bayangkan setiap hari harus antar-jemput melebih tukang ojek langganan. Bayangkan makan bersama pagi, siang, malam, dibayarin lagi (tekor pacarnya). Bayangkan, nggak ada waktu untuk berteman di akhir pekan, atau di waktu luang, karena larinya pasti bareng pacar (selayaknya lari di lapangan sambil pegangan tangan seperti yang kulihat tadi pagi ). Bayangkan, b…

Obrolan dengan Waktu

Ketika hari-hari berlalu dengan cepatnya, aku mencibir sang Waktu.
“Hei, mengapa kau terburu-buru begitu. Santailah,” kataku sambil menjentikkan tanganku kepadanya. Waktu hanya menoleh sambil mendengus ke arahku kemudian ia menatap ke depan lagi. “Kau itu tidak mengerti. Aku sedang dikejar-kejar.” “Loh, kok Waktu dikejar? Biasanya kau yang mengejar orang.” Aku melihat Waktu yang siap berlari lagi. Sekilas, ada asap keluar dari hidungnya. “Ada banyak hal yang harus dikerjakan dengan cepat. Ada banyak kejadian yang harus terjadi dengan singkat.” Kali ini Waktu sudah lebih tenang. Ia melirik sekilas ke arahku penuh misteri. “Kau seenak-enaknya memaju-mundurkan dirimu. Memangnya boleh kau tidak berjalan normal seperti biasanya?” Waktu hanya mengangkat bahu. “Kau tidak mengerti.” “Memang. Kemari, jelaskan padaku hal yang tidak kumengerti itu!” perintahku sekenanya. Waktu lagi-lagi mencibir. “Dasar bocah manja. Kau belum diijinkan mengerti. Umurmu masih terlalu muda. Kalau bahasa dari duni…

Nilai Kejujuran

Mungkin itu disebabkan karena idealisme. Ya, idealismeku. Aku ingat bagaimana sewaktu kecil aku diajari kejujuran. Semua nilai moral yang baik seharusnya memang berangkat dari pengajaran dalam keluarga. Sewaktu amplop yang berisi uang duka untuk dikumpulkan esok hari diberikan padaku, aku lalai sehingga lupa meletakkannya. Alhasil, amplop itu tertukar dengan kepunyaan saudaraku yang lain. Karena jumlahnya yang berbeda dalam amplop putih polos yang sama persis, diberikan oleh orangtua kami masing-masing, akhirnya aku tidak bisa membedakan amplop mana yang milikku. Mamaku bertanya padaku, mana yang merupakan amplop milikku? Aku tidak bisa menjawab dan hanya menunduk. Setelah ditanya ulang, aku menunjuk asal salah satu amplop. Mamaku bilang, “Kalau memang tidak tahu, lebih baik jawab jujur.” Aku ketakutan setengah mati karena mamaku sangat galak. Ia tidak segan-segan memarahiku dengan nada tinggi dan suaranya yang keras. Akhirnya, aku mengakui. Aku tidak tahu mana amplop yang menjadi mi…

Walking

Selamat datang di hari Sabtu lagi. Rasanya hari Sabtu merupakan hari berlari, hari jalan cepat, hari buru-buru. Maksudnya, hari di mana terasa Sabtu-kembali-Sabtu, seolah perputaran Sabtu dalam satu minggu sangat cepat. Baru dua minggu lalu, aku bersantai menikmati roti-roti di kedai tua di kawasan kota tua. Sabtu minggu lalu, menghadiri pernikahan teman semasa taman kanak-kanak dan berbincang semalaman. Lalu Sabtu kembali lagi dalam perputarannya menjadi Sabtu ini. Judulnya Walking, berbicara mengenai perjalanan santai melewati 10 KM perjalanan terjal dan menurun, berbatu dan tidak rata, sambil dihimpit pepohonan sepanjang tebing di sisi kanan dan jurang di sisi kiri. Dahan-dahan dengan daunnya yang dominan berwarna hijau, melambai turun merendah, menciptakan suasana dramatis seolah membentuk gapura penyambutan. Udara segar dan suasana nyaman yang jauh dari hiruk-pikuk klakson kendaraan dan deru mesin mobil menyambut dengan ramah, ditemani suara jangkrik jantan yang saling mengadu nad…