Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cuap-cuap

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...

Umur yang Beranjak

Mungkin, karena  pada dasarnya semua manusia itu baik adanya, tapi karena didesak oleh kebutuhan hidup dan tren nggak penting yang sering dipengaruhi dari media-media yang ada, karakter seseorang dapat berubah. Aku ingat bagaimana polosnya dulu, ketika masih memakai rok abu-abu, menganggap semua orang baik. Kami tertawa bersama, bercanda, dan bergaul akrab. Tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, atau golongan agama tertentu, siapa orang tua-mu, dan sehebat apa kamu di pelajaran MAFIA. Semua berbaur dengan asyik dan tidak ada pandangan meremehkan. Paling-paling, kehidupan putih abu-abu diisi dengan gossip kakak kelas yang pacaran dengan junior, atau ketua OSIS ganteng yang bisa dikecengin , atau sinetron apa semalam dan berita hot gossip para artis. Sudah. Itu saja. Dan sampai di sana, kami sudah puas. Sekarang, setiap orang seperti tidak bisa menjaga privasinya masing-masing, tidak punya hak untuk menutup mulut orang yang rewel mengomentari hidup pribadinya. Heran, bingu...

Topeng

Sumber: https://favim.com/orig/201106/15/colorful-cute-girly-mask-pretty-vintage-Favim.com-76666.jpg Mungkin aku terkesan tidak sepandai itu bergaul atau mungkin aku terlalu pemilih. Namun, jelas sekali aku lelah untuk bersandiwara, menggunakan rupa-rupa topeng di berbagai kondisi yang berbeda. Aku lelah hanya untuk menjadi seperti yang orang lain pandang. Bolehkah aku menjadi diriku sendiri? Sudah, aku sudah pernah mencobanya dan aku tahu rasanya diterima dengan ‘si topeng’. Rasanya senang, tapi kemudian topeng itu makin lama makin melekat di wajahku hingga aku sukar melepasnya. Sepertinya ‘si topeng’ ingin menjadi bagian dari diriku yang tidak mau dilepas. Sementara, kondisi lainnya tidak menyukai aku dengan ‘si topeng’. Musim berganti dan waktu terus berputar. Ketika keadaan tidak lagi sama, tibalah saatnya aku melepaskan ‘si topeng’, berganti dengan ‘topeng itu’. Sulit dan tidak mudah, sebab perekat ‘si topeng’ yang kucabut ikut melukai kulitku. Sedikit, tapi tetap ...

Pertanyaan ini itu

Sumber : https://i1.wp.com/rocketmanajemen.com/wp-content/uploads/2017/03/ada-pertanyaan.jpg Kadang aku kepikiran dan akhirnya nggak pernah menemukan jawaban dari pertanyaanku. Pertanyaan itu sederhana. Mengapa ada orang jahat di dunia ini? Padahal Tuhan sudah memberikan yang baik pada manusia. Apakah adanya perbedaan membuat seseorang ingin mendapatkan posisi yang sama dengan orang lain itu? Ada yang kaya dan miskin, namun semua Tuhan pelihara. Sama-sama oksigen yang kita hirup dan melepaskan CO­ 2 . Lantas, mengapa bangsa-bangsa terlalu rusuh untuk memperebutkan sebuah batas garis tanah kepemilikan? Padahal, sama-sama tanah yang dipijak, bukan melayang di udara, sama-sama merasakan sayuran yang dihasilkan bumi, tempat kita huni bersama. Kalau Bumi adalah tempat tinggal kita, mengapa harus saling gusur, resah, dan marah? Mengapa tidak bersama membangun? Namun, yang kulihat hanya saling menjatuhkan dan menghancurkan, setiap kali ada kesempatan. Atau kalau memang belum a...

LDR=Ruang

LDR bicara tentang perjuangan, jarak dan waktu, hati, kepercayaan, dan bagaimana belajar bersikap dewasa. Terdengar klise dan mudah diucapkan, pas dijalanin, alamak ! Berat kali kurasa #gayabatak. Kali ini aku akan membahas mengenai keuntungan LDR, sekaligus bisa menjadi keburukannya juga. Bagaikan pisau bermata dua, bagaikan racun dan madu di tangan kiri dan kanan… Baiklah. Bisa dibaca di judulnya. Selesai. … Ruang. Apa yang dimaksud dengan ruang? Sebelumnya aku akan mengajak pembaca untuk membayangkan… Bayangkan kalau gaya pacaran non-LDR, dengan tipe cewek seperti aku yang maunya gelayutan manja setia setiap saat (#bukaniklan). Bayangkan setiap hari harus antar-jemput melebih tukang ojek langganan. Bayangkan makan bersama pagi, siang, malam, dibayarin lagi (tekor pacarnya). Bayangkan, nggak ada waktu untuk berteman di akhir pekan, atau di waktu luang, karena larinya pasti bareng pacar (selayaknya lari di lapangan sambil pegangan tangan seperti yang kulihat ta...

Nilai Kejujuran

Mungkin itu disebabkan karena idealisme. Ya, idealismeku. Aku ingat bagaimana sewaktu kecil aku diajari kejujuran. Semua nilai moral yang baik seharusnya memang berangkat dari pengajaran dalam keluarga. Sewaktu amplop yang berisi uang duka untuk dikumpulkan esok hari diberikan padaku, aku lalai sehingga lupa meletakkannya. Alhasil, amplop itu tertukar dengan kepunyaan saudaraku yang lain. Karena jumlahnya yang berbeda dalam amplop putih polos yang sama persis, diberikan oleh orangtua kami masing-masing, akhirnya aku tidak bisa membedakan amplop mana yang milikku. Mamaku bertanya padaku, mana yang merupakan amplop milikku? Aku tidak bisa menjawab dan hanya menunduk. Setelah ditanya ulang, aku menunjuk asal salah satu amplop. Mamaku bilang, “Kalau memang tidak tahu, lebih baik jawab jujur.” Aku ketakutan setengah mati karena mamaku sangat galak. Ia tidak segan-segan memarahiku dengan nada tinggi dan suaranya yang keras. Akhirnya, aku mengakui. Aku tidak tahu mana amplop yang ...

Walking

Sumber gambar : https://www.pinterest.se/pin/79094537184608535/?autologin=true Selamat datang di hari Sabtu lagi. Rasanya hari Sabtu merupakan hari berlari, hari jalan cepat, hari buru-buru. Maksudnya, hari di mana terasa Sabtu-kembali-Sabtu, seolah perputaran Sabtu dalam satu minggu sangat cepat. Baru dua minggu lalu, aku bersantai menikmati roti-roti di kedai tua di kawasan kota tua. Sabtu minggu lalu, menghadiri pernikahan teman semasa taman kanak-kanak dan berbincang semalaman. Lalu Sabtu kembali lagi dalam perputarannya menjadi Sabtu ini. Judulnya Walking , berbicara mengenai perjalanan santai melewati 10 KM perjalanan terjal dan menurun, berbatu dan tidak rata, sambil dihimpit pepohonan sepanjang tebing di sisi kanan dan jurang di sisi kiri. Dahan-dahan dengan daunnya yang dominan berwarna hijau, melambai turun merendah, menciptakan suasana dramatis seolah membentuk gapura penyambutan. Udara segar dan suasana nyaman yang jauh dari hiruk-pikuk klakson kendaraan dan d...

Menahan Diri

Sumber : https://pixabay.com/en/self-control-willpower-restraint-710228/ Awalnya hanya menahan diri, tapi lama-lama akan terbiasa (seharusnya begitu). Wajar kan kalau aku melindungi hatiku sendiri? Seperti yang pernah aku bilang, aku terlalu takut untuk jatuh, terlalu takut untuk sakit. Orang bilang, sakit itu bagian dari pembelajaran, pengalaman yang berharga, guru yang manjur…tapi kalau kejadiannya selalu saja rasa sakit itu yang kurasa, aku ragu. Luka lama bahkan belum mengering atau bekas luka yang lalu masih terlihat, tapi ditimpal lagi di tempat yang sama. Aku takut, luka itu makin melebar dan bernanah, makin sakit. Pada akhirnya, apakah aku harus menyama-ratakan semua perasaan kepada setiap orang? Tidak ada yang lebih dan kurang. Semua akan terasa lebih mudah kalau merasa biasa kan ? Memati-rasakan perasaan?! Aku bertanya, apa itu cinta? Apakah masih ada cinta di kehidupan ini? Bagaimana kehidupan setelah pernikahan? Ada yang pernah bilang padaku, rasanya bu...

Menulis Lagi

Aku merasa, this is my ‘real’ life . Bagian yang menjadi kesenanganku, tempat aku bisa mencurahkan segala perasaan dan menumpahkan segala imajinasi yang terkadang tidak bisa terbendung dalam kepalaku, tulisan. Aku bisa berkisah tanpa batas, tidak ada yang berkata ini salah dan benar karena tidak ada sesuatu hal yang pasti dan mutlak, tidak ada aturan yang mengikat, soal tata krama atau peraturan yang melarang ini dan itu. Dunia yang tidak tersentuh dan ternoda oleh orang-orang yang ingin menghancurkan, dunikau sendiri dalam fantasiku. Munculnya begitu saja, mengamati bagaimana gejolak serta pasang-surut yang terjadi dalam hidup ini. Memang aneh, aku mungkin bisa saja menjadi aktivis, sosialita, atau kumpulan peneliti dan akademisi, pejuang revolusi atau public speaker yang handal. Sejujurnya, itu semua memang bisa dicapai. Setiap orang bisa belajar mengenainya, tapi ini bukan soal mampu atau tidak, ini soal hati. Mau ke mana hati melangkah dan mengarah? Sebenarnya aku sudah mene...

Green Coffee

Bener-bener keterlaluan! Kemarin baru nyoba green coffee , tapi bukan yang buat kurus itu. Niatnya memang sekalian bisa efek buat kurus. Ternyata eh ternyata, mata melek sampai tengah malam, padahal besok paginya ada ujian. Mantaplah. Besoknya pas bangun, mata jadi melek banget, pas ujian nggak ada ngantuk, sampai sorenya nggak ngantuk. Coba tebak apa yang terjadi kemudian? Dari kemarin sampai kebesokannya, aroma kopinya masih melekat di air buang hajat. Buset, ini kok lengket banget yah? Di usus mengendap atau gimana yah? Padahal sudah minum dua liter air, tapi kok rasanya nggak terencerkan? (Dari prinsip kimia sih harusnya bisa karena seduh pakai air harusnnya larut dalam air meski sebagian). Btw , hati-hati deh dengan efek kopi hijau ini. Kalau nggak ingin melek-melek banget, dopping nya jangan pakai ini karena overdosis reaksi meleknya. Walaupun aku masih belum merasakan kurus, tapi emang sedikit banyak kopinya buat ketagihan. Manis aromanya unik gitu deh. Aku nggak ...

Judul: Sesukamu

Aku habis nonton film A long visit my mom , film korea yang dari judulnya aja sudah greget-greget berbau tangisan nih. Mantjap, lanjutkan. Film Korea Malam Ini Menguras Emosi! Pas nonton di 10 menit awal aja, air mata aku ngocor . Setengah jam kemudian, berlembar-lembar tisu sudah habis dipakai. Oke, ini nggak lebay, ini fakta. Di sela tangisku yang super heboh, sebenarnya aku lagi pingin banget nangis. Aneh yah? Tiba-tiba ada alasan aku bisa nangis bombay tanpa perlu kasih alasan lainnya karena aku bisa berdalih bahwa filmnya sedih. Dua minggu belakangan ini, rasanya ada hal yang mengganjal. Nggak tahu apa. Tertawa di kampus, senyum bak putri seolah sedang T-P-T-P, dan ngobrol dalam candaan…sejenak mengalihkan perasaan nggak enak ini, tapi nggak benar-benar mengusirnya. Ada rasa kangen, entah pada siapa. Benar, tidak ada satu subjek khusus. Aku hanya rindu pada sesuatu yang seolah sudah lama kukenal tapi kini berjarak, rindu pada kondisi yang begitu kompleks tapi sebena...

Malam Bermaaf-maafan

Ini bisa jadi permintaan maafku yang kesekian kalinya… Kamu pasti lagi nggak ada kerjaan, punya banyak waktu lowong yang bisa digunakan sehingga bisa membaca post ini yang isinya cuma seputar aku dan hidupku… Sementara aku juga punya banyak waktu lowong yang sengaja aku sediakan hanya untuk menulis barang satu sampai dua post sebelum menghilang beberapa hari hingga minggu untuk kemudian menulis lagi. Whatever it takes , aku mau bilang maaf kepada siapapun yang aku kecewakan, lukai, dan sakiti. Kemungkinan terbesar karena aku nggak sadar saat melakukannya, atau nggak sadar itu sudah mencapai level dimana orang lain nggak nyaman. Dulu, aku orang yang over care yang jatohnya jadi kepo ngurusin urusan orang lain dan ini nggak baik buat kedua pihak, somehow . Akhirnya, aku memutuskan untuk mengekang diri aku untuk mencampuri permasalahan orang lain dan mencoba menjadi pendengar yang baik. Kadang, orang hanya butuh didengar tanpa perlu solusi apa-apa karena belum tentu solusin...

Karena Martabak Begitu Enak

Kembali lagi di malam yang dingin dan…aneh. Aku sedang merapihkan catatan dan tiba-tiba ingin martabak. Biasanya hampir tiap minggu, di kota kelahiranku, aku akan menyantap martabak bersama keluarga. Martabak adalah camilan di malam hari yang enak dan tidak perlu berpikir panjang bahwa makanan ini akan menyebabkan berat badan bertambah. Seluruh anggota keluargaku suka dengan martabak. Malam ini ketika hujan rintik-rintik tidak stabil, kadang ada kadang lenyap, menyisakan udara dingin dan bau tanah, udara yang sumpek, walau lama-kelamaan digantikan dengan udara yang lembab dan dingin, aku mau martabak. Hanya sekedar mengungkapkan, kali ini berhubung aku sedang tidak perlu mengkhawatirkan si jabang bayi akan ngiler kalau ngidam tidak dipenuhi, jadi benar-benar hanya berkata, “Mau.” Titik. Tak dinyana, seseorang membawakan martabak. Di saat pengantar berbayar dipesan lewat online tidak ada yang mau menerima tawaran ini, orang itu mau. Sebut saja mas MM. lagi-lagi…harusnya aku...

Cheat Chat with MM

Sebut saja Mas. Walau banyak Mas di sini, katakan lah mas ini kita kasih inisial MM. Jadi mas MM ini orang yang unik… Hari ini aku WA dia. Beginilah percakapan kami dan perlu dicatat, ini sepenangkapan aku versi aku sendiri. Aslinya kata-katanya yah nggak sama persis kaya gini yah. (Imajinasi-kan). Aku: Mas nggak suka yah aku dekat sama AA? (Sebenarnya ini lebih ke pernyataan daripada pertanyaan, hanya karena lewat pesan teks tak bernada). MM: Biasa aja. (Nada datar, muka datar). Kenapa kamu bisa berpikir gitu? AKu: errr, itu… MM: Kamu PIKIR saya itu suka sama AA jadi saya nggak mengijinkan kamu dekat-dekat dia?! (Nada sudah mulai naik dan alis terangkat-angkat, kalau sinetron ada adegan zoom in-zoom out kameranya, biar greget) Sebenarnya kenapa aku tanya seperti itu ada tiga alasan: 1.                    Aku curiga, mas MM ini memang suka sama AA. Sebenarnya aku mau coba kalau p...