Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label just words

Kita Tidak Pernah

Kita tidak pernah berjalan di tempat, Sayang Kita hanya dua insan yang sedang bergandengan tangan Tapi tetap saja, kita masing-masing menempuh jalan yang kita tapaki Kita tidak pernah tetap sama, Sayang Dunia berubah, waktu berubah, kita berubah Hanya harap menuju perubahan lebih baik, bukan? Kita tidak pernah salah, Sayang Karena sudah mencoba mengulang dan bertahan Yang salah kalau kita menutup mata dan menulikan telinga pada fakta Kita tidak pernah jenuh, Sayang Untuk akhirnya saling belajar, mengerti, percaya, dan setia Sampai akhirnya kita menemukan sesuatu yang benar dan bahagia kemudian ADIOS

Layang-layang

Kau tahu mengapa aku membencimu? Karena aku mencintai orang sepertimu! Aku rasa banyak pilihan di luar sana, yang lebih baik, mapan, dewasa, dan tampan dibandingkan dirimu, tapi aku lebih memilih untuk tidak bermain “Permainan Perbandingan” mengenai hal-hal yang terlihat seperti itu. Sikapmu itu, yang membuaiku dengan rasa nyaman dan membuatku menjadi malas untuk singgah atau sekedar coba-coba rasa yang lain. Aku sudah terlanjur membuat diriku sendiri terpaku pada satu pilihan, yaitu kamu. Kata orang, cinta itu buta, tapi kebutaan itu-lah yang nikmat, yang kurasakan sekarang. Betapa sialnya aku! Percuma aku mengutuk seorang yang terberkati seperti dirimu. Pada akhirnya, kutukan itu tidak pernah terjadi malah semakin lama semakin memberkati dirimu. Jujur, aku kesal. Mungkin kutuk itu malah berbalik padaku, mengutukku untuk bersama dengan dirimu sepanjang sisa usiaku. Sekali lagi, sial! Yang lebih parahnya adalah ketika kau mulai menyadari hal ini dan merasa di atas awan,...

Roda

Sumber : https://pixabay.com/p-2490210/?no_redirect Hidup bagai roda yang berputar. Ada yang berputar untuk berotasi saja, ada juga yang bergerak maju seperti revolusi. Setiap putarannya menempuh jarak, tapi tidak setiap jarak menghasilkan perpindahan. Mungkin, hidup manusia seperti itu juga. Mereka berpikir bahwa asalkan mereka bergerak, mereka sudah meraih sesuatu. Tidak semua usaha itu dapat menghasilkan sesuatu seperti yang kita harapkan. Terkadang, hasilnya dapat lebih rendah dari batas standar yang kita tetapkan, atau kalau sedang beruntung, malah dapat lebih tinggi. Kadang di atas dan kadang di bawah. Tidak masalah, selama sebuah roda menghasilkan perpindahan. Namun, kalau pun hanya berotasi, sebuah gerakan pun dapat menghasilkan energi dari perputarannya. Apa yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, tidak sia-sia. Hanya saja terkonversi dalam bentuk yang berbeda yang tidak mudah teramati dan terlihat pada mulanya. Setiap perputaran di jalan yang tidak rata member...

Obrolan dengan Waktu

Sumber : Dokumen Mule Ketika hari-hari berlalu dengan cepatnya, aku mencibir sang Waktu. “Hei, mengapa kau terburu-buru begitu. Santailah,” kataku sambil menjentikkan tanganku kepadanya. Waktu hanya menoleh sambil mendengus ke arahku kemudian ia menatap ke depan lagi. “Kau itu tidak mengerti. Aku sedang dikejar-kejar.” “Loh, kok Waktu dikejar? Biasanya kau yang mengejar orang.” Aku melihat Waktu yang siap berlari lagi. Sekilas, ada asap keluar dari hidungnya. “Ada banyak hal yang harus dikerjakan dengan cepat. Ada banyak kejadian yang harus terjadi dengan singkat.” Kali ini Waktu sudah lebih tenang. Ia melirik sekilas ke arahku penuh misteri. “Kau seenak-enaknya memaju-mundurkan dirimu. Memangnya boleh kau tidak berjalan normal seperti biasanya?” Waktu hanya mengangkat bahu. “Kau tidak mengerti.” “Memang. Kemari, jelaskan padaku hal yang tidak kumengerti itu!” perintahku sekenanya. Waktu lagi-lagi mencibir. “Dasar bocah manja. Kau belum diijinkan mengerti. Umurmu...

Kita Pernah

Kita pernah Mencoba memilin nasib menjadi satu Tidak takut pada tantangan badai Mencoba mengadu dengan waktu Kita pernah Mencoba untuk berharap Dalam kacamata kita yang sempit Mencoba menanamkan nilai luhur Kita pernah Mencoba memutar balik keadaan Tidak menerima fakta yang nyata Mencoba berlari di jalan tak berujung Kita pernah Mencoba berusaha sekuat tenaga Melepaskan diri dari jerat palsu Mencoba mengampuni dan menginsafi Kita pernah Mencoba tertawa dibalik tangisan Mengobati luka dan duka Mencoba menguatkan satu sama lain Kita pernah Mencoba berjalan bertelanjang kaki Tidak takut kerikil tajam yang menusuk Mencoba menapaki nestapa Kita pernah Mencoba mengambil jalur Yang dianggap bodoh bagi dunia Mencoba mengerti apa arti hidup Kita pernah Mencoba sekali lagi Untuk bertahan pada ketidakpastian Mencoba berjuang untuk terakhir kalinya ADIOS

Kita Tidak Pernah Tahu

Sumber: http://gramedia.tumblr.com/post/75852019142/kita-tidak-pernah-tahu-rencana-tuhan-kita-tidak Kita tak akan pernah tahu, dengan siapa kita akan bertemu. Kita juga tidak pernah tahu, bagaimana hubungan kita dengan orang-orang itu, apakah menjadi kawan atau lawan? Apakah dia menjadi seseorang yang dibenci atau dicinta? Kita tidak pernah tahu kejadian apa yang kita lalui bersama saat mengenal orang itu. Rasanya, hari-hari berlomba untuk mencapai garis akhirnya dan waktu berseru-seru dengan nyaring. Kita tidak pernah tahu sampai kapan kita diberi kesempatan untuk saling mengenal. Kau dan aku. Bukankah sepanjang hidup adalah tentang mengenal dan dikenal? Tentang apa yang sudah dan belum kita lakukan? Tentang apa yang tertinggal dan terlupa? Pastilah Tuhan sudah merancang kapan dan bagaimana cara kita bertemu. Dia sudah menyiapkan skenario setiap momen yang menjadi bagian-bagian lucu, sedih, marah, dan tawa dalam frame-frame unik yang tak pernah kita pi...

Menulis Kisah

Sumber http://greatfon.com/id/pictures/188331/version/1024x1024 Mungkin rasanya tidak menjadi lebih mudah, tapi setidaknya bebannya menjadi lebih ringan. Ada sebagian kekhawatiran yang menguap, prasangka yang tidak terjadi, dan dugaan yang tidak sepenuhnya benar. Aku mengucap syukur atas apa yang telah terjadi. Penyesalan? Ya, rasa sesal itu ada. Betapa cerobohnya aku bertindak ketika akal sehat sedang tidak berkuasa karena emosi mengambil peranannya. Kesabaran dan perlakuan yang kuterima membawa aku kembali mengingat kebaikan-kebaikan yang diberikanNYA padaku, sepanjang hidupku. Mungkin tanpa sadar, hatiku bertanya pada DIA, jalan yang mana TUHAN? Sebab, seolah kesemuaannya sama saja, aku tidak dapat melihat ujungnya. Aku hanya mendengar kabar semilir bahwa akhirnya akan bahagia, tapi aku belum tahu lika-liku tiap belokan yang harus aku lalui. Kadang tanjakan, kadang jalan yang berbatu, tak sedikit pula kutemui beberapa rintangan. Aku melihat laut, mereka berada di...

Sudahilah atau Matilah

Pada akhirnya, tidak ada seorang pun yang bisa dipercayai. Manusia adalah simbol dari kekecewaan. Berharap kepada manusia adalah sia-sia, sebab manusia adalah sosok yang suka berdalih. Tidak ada yang tidak ditambahi kebohongan dalam berucap, kecuali SATU ORANG. SATU ORANG yang tiada berdosa dan bernoda. Manusia boleh menjadikan SATU ORANG itu menjadi panutan dan teladan. Namun sesungguhnya, sekuat apapun manusia berusaha untuk menyamakan kedudukan kesempurnaan seperti SATU ORANG itu, tidak akan pernah bisa mencapainya. Seharusnya, manusia berdamai dengan dirinya sendiri. Beberapa menyangkal, suatu bentuk dalih lainnya. Suatu kesombongan ketika menganggap diri benar atau melakukan pembenaran diri. Marah adalah suatu tindakan spontan ketika merasa diri hebat, ketika merasa Tuhan Yang Di Atas ingin dibela. Padahal, siapa yang memerlukan pembelaanmu? Bahkan kau sendiri yang patut dibela oleh DIA yang mengatakan akan berjalan di depanmu dan berperang untukmu? Lantas mengapa tida...

The New Me

Rasanya seperti lahir baru kembali, mengingat lupa yang sempat ditinggal dan menemukan kembali apa itu bahagia yang ternyata kesemuaannya sederhana. Seperti, laptop yang baru aja di- install dan sukses lancar jaya tinggal beberapa aplikasi dimasukan kembali, bahagia. Bisa menyelesaikan tugas baca jurnal, bahagia. Nggak mikir aneh, nggak ada beban, sensitive, menghalau pikiran buruk, bahagia. Nggak cepat marah dan tersinggung, tetap bertahan dalam kesedihan yang segera ditepis, dan nggak perlu terlalu perduli dengan pelecehan karakter yang dilakukan orang, bahagia. Sesederhana itu bahagia, bahwa bukan perkataan orang, bahkan bukan pemikiran diri sendiri yang mesti dipikirkan, itu sudah meningkatkan kebahagiaan aku 300%. Semua itu berawal dari keterpurukan aku pada tanggal 18 Februari 2017, aku merasa di ujung kematian, tidak diinginkan, ditinggalkan dalam kesendirian, mencoba bertahan pada kaki yang rapuh dan pijakan yang seolah goyah karena diguncang sebegitu hebatnya. A...

AYAH

Ayah … Pasti Kau sudah merencanakan akan hadirnya diriku dalam hidupMu, menjadi bagian pemanis yang indah dalam hari-hari yang kelak akan Kau habiskan bersamaku Ayah … Pasti indah yah ketika mendengar tangis pertamaku, menyadari aku telah menjadi nyata adanya di dunia ini dan Engkau pasti menaruh berbagai harapan dalam doaMu untukku Ayah … Kau pasti pria yang beruntung dan teman-temanMu pasti iri padaMu bahwa Kau telah menghadirkanku di dalam dunia ini, meskipun cela dan hina tak juga terhindar Kau dapat Ayah … Setiap tetes peluh dan darahMu yang membasuh aku, dalam kenakalan dan perbantahan yang terjadi diantara kita, tapi Kau tetap memperjuangkan hidupku Ayah … Terimakasih, karena Kau aku ada. Karena Kau aku hidup. Karena Kau aku hadir. Karena Kau aku mengerti akan arti cinta yang murni, bahwa tak kau pandang parasku, tingkahku, atau apa yang orang-orang lihat. Ayah … Terimakasih telah mengenalkan aku tentang apa yang benar, mengajarkanku menge...

Pengajar yang Handal

Tujuh tahun yang lalu Kita masih malu-malu kucing Bertemu hanya untuk terdiam Masing-masing mencuri pandang Ingin tahu tapi malu Enam tahun lalu Kita bertemu kembali Dalam cara yang tak terpikirkan Masih diam-diam untuk berkata Menganggap setahun yang lalu sebuah ilusi Lima tahun yang lalu Kita saling bertegur sapa Ketika canda dan tawa jadi romansa Semakin akrab dan hangat Menganggap setahun yang lalu pertemuan basa-basi Empat tahun yang lalu Kita mengikat suatu rasa Kata untuk saling menjaga Hati dan perasaan untuk bertaut Menganggap setahun yang lalu sebuah rekayasa belaka Tiga tahun yang lalu Kita menahan rasa Kala jarak jadi pembatas Untuk bertemu dan melepas rindu Menganggap setahun yang lalu sebuah fatamorgana Dua tahun yang lalu Kita sama-sama tahu Bahwa ujian hari adalah kesetiaan Untuk saling percaya Menganggap setahun yang lalu perjalanan penuh peluh Satu tahun yang lalu Kita beranjak dewasa Berpiki...

Ada Kau

Karena mencintaimu adalah salah satu cara bagaimana TUHAN menyatakan cinta-NYA padaku Lewat setiap tatapan matamu Setiap senyummu Alunan nada sapaanmu di kala mentari lahir Menyadarkanku bahwa sesempurna itu arti mencinta Dari gelak tawamu Dan caramu menggandeng tanganku Dan betapa hangatnya pelukanmu saat dinginnya kesedihan Kau bisikkan kata dengan lembut, jangan takut Dari caramu menenangkanku dan Lewat senandungmu, aku tahu Aku telah jatuh hati Bila laut tidak seindah itu untuk dipandang, ada kau Bila suara kicauan burung tidak semerdu itu, ada kau Dan bila air tidak lagi menyejukkan jemariku yang menyentuhnya, Ada kau ADIOS