Langsung ke konten utama

Roda

Sumber : https://pixabay.com/p-2490210/?no_redirect

Hidup bagai roda yang berputar. Ada yang berputar untuk berotasi saja, ada juga yang bergerak maju seperti revolusi. Setiap putarannya menempuh jarak, tapi tidak setiap jarak menghasilkan perpindahan.
Mungkin, hidup manusia seperti itu juga. Mereka berpikir bahwa asalkan mereka bergerak, mereka sudah meraih sesuatu. Tidak semua usaha itu dapat menghasilkan sesuatu seperti yang kita harapkan. Terkadang, hasilnya dapat lebih rendah dari batas standar yang kita tetapkan, atau kalau sedang beruntung, malah dapat lebih tinggi.
Kadang di atas dan kadang di bawah. Tidak masalah, selama sebuah roda menghasilkan perpindahan. Namun, kalau pun hanya berotasi, sebuah gerakan pun dapat menghasilkan energi dari perputarannya. Apa yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, tidak sia-sia. Hanya saja terkonversi dalam bentuk yang berbeda yang tidak mudah teramati dan terlihat pada mulanya.
Setiap perputaran di jalan yang tidak rata memberikan guncangan, gejolak, dan hambatan. Ada usaha tambahan untuk melewati setiap ketidak-nikmatan yang ada. Jangan khawatir, biar setiap bentuk ketidak-nyamanan membawa pada ucapan syukur yang dirangkai dalam sebuah cerita kelak.
ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...