Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label love story

Layang-layang

Kau tahu mengapa aku membencimu? Karena aku mencintai orang sepertimu! Aku rasa banyak pilihan di luar sana, yang lebih baik, mapan, dewasa, dan tampan dibandingkan dirimu, tapi aku lebih memilih untuk tidak bermain “Permainan Perbandingan” mengenai hal-hal yang terlihat seperti itu. Sikapmu itu, yang membuaiku dengan rasa nyaman dan membuatku menjadi malas untuk singgah atau sekedar coba-coba rasa yang lain. Aku sudah terlanjur membuat diriku sendiri terpaku pada satu pilihan, yaitu kamu. Kata orang, cinta itu buta, tapi kebutaan itu-lah yang nikmat, yang kurasakan sekarang. Betapa sialnya aku! Percuma aku mengutuk seorang yang terberkati seperti dirimu. Pada akhirnya, kutukan itu tidak pernah terjadi malah semakin lama semakin memberkati dirimu. Jujur, aku kesal. Mungkin kutuk itu malah berbalik padaku, mengutukku untuk bersama dengan dirimu sepanjang sisa usiaku. Sekali lagi, sial! Yang lebih parahnya adalah ketika kau mulai menyadari hal ini dan merasa di atas awan,...

AYAH

Ayah … Pasti Kau sudah merencanakan akan hadirnya diriku dalam hidupMu, menjadi bagian pemanis yang indah dalam hari-hari yang kelak akan Kau habiskan bersamaku Ayah … Pasti indah yah ketika mendengar tangis pertamaku, menyadari aku telah menjadi nyata adanya di dunia ini dan Engkau pasti menaruh berbagai harapan dalam doaMu untukku Ayah … Kau pasti pria yang beruntung dan teman-temanMu pasti iri padaMu bahwa Kau telah menghadirkanku di dalam dunia ini, meskipun cela dan hina tak juga terhindar Kau dapat Ayah … Setiap tetes peluh dan darahMu yang membasuh aku, dalam kenakalan dan perbantahan yang terjadi diantara kita, tapi Kau tetap memperjuangkan hidupku Ayah … Terimakasih, karena Kau aku ada. Karena Kau aku hidup. Karena Kau aku hadir. Karena Kau aku mengerti akan arti cinta yang murni, bahwa tak kau pandang parasku, tingkahku, atau apa yang orang-orang lihat. Ayah … Terimakasih telah mengenalkan aku tentang apa yang benar, mengajarkanku menge...

Pengajar yang Handal

Tujuh tahun yang lalu Kita masih malu-malu kucing Bertemu hanya untuk terdiam Masing-masing mencuri pandang Ingin tahu tapi malu Enam tahun lalu Kita bertemu kembali Dalam cara yang tak terpikirkan Masih diam-diam untuk berkata Menganggap setahun yang lalu sebuah ilusi Lima tahun yang lalu Kita saling bertegur sapa Ketika canda dan tawa jadi romansa Semakin akrab dan hangat Menganggap setahun yang lalu pertemuan basa-basi Empat tahun yang lalu Kita mengikat suatu rasa Kata untuk saling menjaga Hati dan perasaan untuk bertaut Menganggap setahun yang lalu sebuah rekayasa belaka Tiga tahun yang lalu Kita menahan rasa Kala jarak jadi pembatas Untuk bertemu dan melepas rindu Menganggap setahun yang lalu sebuah fatamorgana Dua tahun yang lalu Kita sama-sama tahu Bahwa ujian hari adalah kesetiaan Untuk saling percaya Menganggap setahun yang lalu perjalanan penuh peluh Satu tahun yang lalu Kita beranjak dewasa Berpiki...

30 Juni 2012

30 Juni 2012 Telah terjadi SIDANG PARIPURNA! Setiap orang yang duduk dalam sidang paripurna itu, menahan nafas mereka masing-masing ketika jaksa terus menerus memberikan tuntutan berdasarkan pasal-pasal yang berlaku dan mereka-ulang, kejadian yang berlangsung 2 tahun silam. Aku-lah menjadi terdakwa dan harus menerima keputusan Hakim yang mutlak. Di hadapan Yang Mulia, aku tidak bisa mengelak, apalagi berbohong bahwasannya aku pernah mengucapkan suatu janji yang kini harus aku bayarkan. Janji adalah utang yang harus dibayarkan. Kepada siapa aku berutang itulah aku terikat. Hingga pada akhirnya, aku mengakui dan mengatakan ‘Ya’ untuk melunaskan utangku, setiap nafas bisa kembali normal, dan setiap wajah bisa kembali lega. Hanya aku yang duduk dalam kegusaran dan akulah satu-satunya orang yang tidak merasa kelegaan itu. Aku berharap, aku punya pengacara yang bisa membelaku, tapi tidak ada. Aku dibiarkan sendiri. Pengacaraku hanya duduk diam dan memperhatikan. Sesusah sid...

Kasmaran

Andai bisa kujalin awan-kemawan Agar ia membentuk taman-taman Lengkap dengan bunganya yang bertaburan Biar ia sampaikan pesan Padamu yang rupawan Andai bisa kujala angin Agar ia berbisik pelan Pada telingamu untuk katakan Bahwa aku sedang merindukan Sosokmu yang budiman Andai bisa kulukiskan Keindahan mahligai kisah roman Kutunjukkan keperkasaan Padamu pangeran Agar kau tahu aku kasmaran ADIOS