Langsung ke konten utama

Green Coffee

Hasil gambar untuk green coffee nescafe
Bener-bener keterlaluan!

Kemarin baru nyoba green coffee, tapi bukan yang buat kurus itu. Niatnya memang sekalian bisa efek buat kurus. Ternyata eh ternyata, mata melek sampai tengah malam, padahal besok paginya ada ujian. Mantaplah.
Besoknya pas bangun, mata jadi melek banget, pas ujian nggak ada ngantuk, sampai sorenya nggak ngantuk. Coba tebak apa yang terjadi kemudian? Dari kemarin sampai kebesokannya, aroma kopinya masih melekat di air buang hajat. Buset, ini kok lengket banget yah? Di usus mengendap atau gimana yah? Padahal sudah minum dua liter air, tapi kok rasanya nggak terencerkan? (Dari prinsip kimia sih harusnya bisa karena seduh pakai air harusnnya larut dalam air meski sebagian).
Btw, hati-hati deh dengan efek kopi hijau ini. Kalau nggak ingin melek-melek banget, dopping nya jangan pakai ini karena overdosis reaksi meleknya.
Walaupun aku masih belum merasakan kurus, tapi emang sedikit banyak kopinya buat ketagihan. Manis aromanya unik gitu deh. Aku nggak bisa nyebut merek yah tapi bisa email pribadi kalau memang mau tahu apa.
Udah, sekian cerita random tentang kopi hijau.

ADIOS.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...