Langsung ke konten utama

Lo PHP Tuh


Capeklah kalau setiap kali kalau nyerempet kasus itu dan bilangnya, “Lo PHP tuh.”
Kalau satu dua orang oke lah itu bercanda, tapi kalau tiap orang yang tahu masalah itu dan selalu bahas itu? Bosen.
Aku juga nggak mau loh memberi harapan-harapan nggak jelas gitu. Waktu menjauh, nanti dikira aneh. Kan bagaimana orang menanggapi setiap respon yang diberikan dari orang lain, apakah baik dan buruk kemudian menjadi sebuah peluang yang menumbuhkan sebuah harapan.
Kalau sekedar di bibir aja sih gampang. Bilang aja gini, bilang aja gitu, tapi untuk subjek yang menjalani cap yang diberikan oleh orang lain walau terlihat hanya sepintas lalu aja, itu nggak mudah, bung!
Lagipula, mainan kaya gitu udah nggak jaman lagi. Masa mau ngambek terus, galau terus, labil terus, nyalahin orang lain terus, nggak mau tanggung jawab terus, bersembunyi terus, lari dari kenyataan terus, terus-terusan aja...
Baik yang mengucapkan maupun menjadi korban dan seseorang yang dianggap pelaku, kita sudahi saja yah semua lelucon yang udah basi ini. Serius, nggak lucu dan nggak keren loh. Mari berdamai. J
ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...