Langsung ke konten utama

Donor Darah Lagi


Ini udah kedua kalinya loh donor darah. Sok berani jadi akibatnya itu adalah muntah-muntah ga jelas.
Pasalnya, paginya kan nggak sarapan dan emang nggak niat donor darah tapi karena terlanjur daftar buat dapetin sebutir donat aja, akhirnya donor juga. Sebelum donor, makan ketoprak dulu terus lanjut deh donor darah.
Pas donor santai aja, sakit dikit sih dan ngeri waktu jarum segede bagong mesti nancep selama setengah jam di lengan kiri dan jarum itu terus aja nyedot darah buat ditampung di sebuah kantong. Itu kelamaan gara-gara pembuluh darah yang ukurannya kecil.
Pas donor masih ngobrol, masih oke, masih ketawa, pas ngambil kartu donor sedikit pusing, tidur bentaran, bangun lagi, duduk lagi, ngerasa mual, minta kantong, terus muntah. Isinya cairan semua apa yang tadi dimakan, KETOPRAK. Euh...
Terus pulangnya tetap aja naik bis. Untungnya ada temen yang nemenin. Terus pulang-pulang ke kos langsung tepar, tidur. Badan meriang gitu terus bekas jarumnya perih. Kata petugasnya nggak boleh kena air apalagi angkat yang berat, nanti lukanya kebuka terus uratnya bisa putus. Kan ngeri.
Setelah mengabarkan hal ini pada saudara, langsung dinasehatin.
Mau nolong orang jadi nyelakain diri sendiri.
Ini pun bukan hal yang tepat. Jadi kalau mau berbuat baik, sesuai kemampuan dan bukannya malah jadi objek yang perlu ditolong yah.

ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...