Langsung ke konten utama

Jalani JalanNYA Hari Ini

Tidak melihat namun mampu berkata-kata
Tidak mendengar namun dapat merasa
Tidak berpikir namun dapat mengerti
Itu semua anugerah dari Yang Kuasa
Bahwa kita mendapat kasihNYA
Kesempatan untuk mengenal siapa Pencipta kita
Karena Dia mau kita tahu
Dengan Siapa kita berjalan
Kepada Siapa kita berharap
Seturut takaran iman kita
Sesuai tingkat pengertian kita
Berita di awal kisah merupakan
Bukti konkrit Dia berkuasa
Mengatur ini dan itu
Memerintah dengan adil dan bijaksana
Bagaimana kita tahu?
Nantikanlah Dia
Indah pada waktuNYA
Tak terlampau cepat atau pun datang terlambat
Hendaklah kita menjadi lebih bijak
Mulai saat ini ketika kita
Memberi diri untuk dipimpin
Dalam Roh dan Kebenaran
Mempunyai mata lalu melihat
Mempunyai telinga dan mendengar
Mengerti dengan hati
Dan menantikan janji
Dengan sabar dan ikhlas hati
Tuhan Yesus Kristus memberkati


ADIOS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...