Langsung ke konten utama

Diseleksia lagi

Iya, memang nggak ada yang mempermasalahkan ke-diseleksia-an aku, malahan orang bilang tata bahasaku bagus, sopan, baik.
Memang, aku menghindari kata-kata kasar dan tidak senonoh sebisa mungkin. Bukan berarti aku nggak bakal ngomong, pasti bakal ngomong kalau sudah lepas kendali, tapi sebisa mungkin ditahan.
Baru saja mau tulis regenerasi jadinya malah renegerasi.
Mungkin bagi temen-temen aku sih itu hal yang lucu, atau mungkin dikiranya aku sengaja.
Nggak sama sekali dan kalaupun lucu, itu karena aku terima dikoreksi plus diketawain.
Kadang nggak enak diseleksia, masa mau nulis aja juga salah, bukan cuma ngomong aja. Kalau tulisannya untuk keperluan penting dan resmi, formal dan bernilai, jadinya kan merugikan diri sendiri.
Yah, nggak mau meng-claim diri sendiri diseleksia sih, mungkin ini hanya sugesti dari temen-temen aja yang nyebut-nyebut nama penyakit ini, jadinya merasa minder dan men-judge diri sendiri bahwa memang itu yang terjadi.
Akhir kata,

ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...