Langsung ke konten utama

Hari ini Tetap menjadi Hari ini

Setelah galau banget kemarin, perasaan bersalah bercampur bingung, akhirnya beberapa hal bisa diselesaikan hari ini, untuk apa yang harus dicapai hari ini, sudah terlaksana.
Hari ini juga menjadi pengajaran baru tentang ketenangan dan penguasaan diri, tentang kejujuran dan rasa tanggung jawab, tentang kesabaran dan memaafkan, tentang pendirian yang teguh dan kelemah-lembutan.
Bagaimana menghadapi orang yang lebih tua, menghadapi kesalahpahaman, menghadapi permasalahan karena kesalahan yang terjadi baik di dalam maupun di luar kendali.
Hari ini juga bisa merenungkan dalam, bahwa kebobrokan itu yah sudah tidak perlu dibalas lebih lanjut karena hanya akan mencemari bibir, mengotori hati, mengkontaminasi pikiran. Firman itu tepat, semuanya benar dan terjadi. Duduk dengan kumpulan pencemooh membuat kamu menjadi pencemooh. Sebelum pertengkaran dimulai, undurkan diri.
Hari ini merenung tentang menghargai orang lain juga, bahwa memang pada hakekatnya tiap-tiap insan mau untuk dimengerti tapi sulit mengerti dan hal itulah yang harus ditelaah, dicermati, dipahami secara mendalam.
Hari ini menjadi hari yang tak boleh begitu saja dilupakan agar kelak ketika hari ini diingat kembali, ada arti yang bisa dimengerti, ada makna yang bisa dipahami.

Hari ini tetap menjadi hari ini.

ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...