Langsung ke konten utama

Hari ini Tetap menjadi Hari ini

Setelah galau banget kemarin, perasaan bersalah bercampur bingung, akhirnya beberapa hal bisa diselesaikan hari ini, untuk apa yang harus dicapai hari ini, sudah terlaksana.
Hari ini juga menjadi pengajaran baru tentang ketenangan dan penguasaan diri, tentang kejujuran dan rasa tanggung jawab, tentang kesabaran dan memaafkan, tentang pendirian yang teguh dan kelemah-lembutan.
Bagaimana menghadapi orang yang lebih tua, menghadapi kesalahpahaman, menghadapi permasalahan karena kesalahan yang terjadi baik di dalam maupun di luar kendali.
Hari ini juga bisa merenungkan dalam, bahwa kebobrokan itu yah sudah tidak perlu dibalas lebih lanjut karena hanya akan mencemari bibir, mengotori hati, mengkontaminasi pikiran. Firman itu tepat, semuanya benar dan terjadi. Duduk dengan kumpulan pencemooh membuat kamu menjadi pencemooh. Sebelum pertengkaran dimulai, undurkan diri.
Hari ini merenung tentang menghargai orang lain juga, bahwa memang pada hakekatnya tiap-tiap insan mau untuk dimengerti tapi sulit mengerti dan hal itulah yang harus ditelaah, dicermati, dipahami secara mendalam.
Hari ini menjadi hari yang tak boleh begitu saja dilupakan agar kelak ketika hari ini diingat kembali, ada arti yang bisa dimengerti, ada makna yang bisa dipahami.

Hari ini tetap menjadi hari ini.

ADIOS.

Komentar