Langsung ke konten utama

Wet July

Mungkin aku udah pernah bilang kalau aku nggak suka hujan. Aku nggak suka kalau rambutku harus jadi lepek, baju lembab, jemuran susah kering, dan sepatuku basah kena becek! Yang lebih parah, aku jadi kena flu dan kalau kena flu itu bisa sampai sebulan! Hidung merah, lecet, kulit hidung mengelupas, jelek! Oke, aku nggak perlu marah-marah, aku nggak marah... ini sindrom tahunan yang emang sudah menjadi langganan. Tapi, tetap saja...
Alasan lainnya, entahlah...
Kadang ketika hujan turun, aku seperti teringat sesuatu. Sesuatu yang lampau, lama, dan hampir usang. Apakah benar memori bisa usang? Teringatnya hanya samar-samar saja. Dan kalau saat ini disuruh menceritakan, aku nggak bisa. Aku juga nggak tahu sesuatu itu apa, hanya saja perasaan itu selalu muncul tiba-tiba ketika hujan turun, saat aku sedang dalam perjalanan. Perasaan itu menggelitik dan kadang bikin sedih, tapi aku juga nggak tahu, itu apa.
Padahal aku baru saja berpikir ingin bersahabat saja dengan cuaca yang mendung misteri begini, sedang berusaha untuk beradaptasi dengan nyaman pada keadaan yang cukup dingin begini. Seharusnya aku senang karena tidak ada sengatan matahari yang menggelapkan kulit, seharusnya...
Tapi ya sudahlah, aku bersyukur kok, meski belum tahu ada apa dengan musim hujan ini, ada apa dengan perasaan itu, ada apa dengan cuaca mendung-mendung begini...
Aku tetap bisa tersenyum dan berkata, “Terimakasih Tuhan.”


ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...