Langsung ke konten utama

Lagu Penuntun Malam #2


Menghargai waktu? Kenapa yah perlu?
Entahlah, karena lagu ini...

And the thought crosses my mind
If I never wake up in the morning
Would she ever doubt the way I feel
About her in my heart
If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she's my only one
And if my time on earth were through
And she must face this world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

Lagu yang ingetin aku tentang, “Bagaimana kalau besok udah nggak bernyawa? Sebelum hal itu terjadi, udah ngelakuin apa aku? Apa sesuatu berharga dan bermanfaat buat orang lain? Atau sekedar hal sia-sia buat nyenengin diri sendiri aja? Apa udah minta maaf kalau salah dan udah mengampuni orang lain juga?”

Dan sesuai lagu itu, “Apa kita udah ngaku kalau kita mencintai seseorang ke orangnya langsung?”

If I never knew you
If i never felt this love
I would have no inkling of
How precious life can be
I'm so grateful to you
I'd have lived my whole life through
Lost forever
If I never knew you
I thought our love would be so beautiful
Somehow we'd make the whole world bright
I never knew that fear and hate could be so strong
all they'd leave us were these wispers in the night
But still my heart is saying we were right

Dan aku juga nggak tahu jalan ceritanya seperti apa, apakah akan berbeda dengan jalan cerita hidup aku yang sekarang ini seandainya aku nggak tahu apa Yang Benar, nggak kenal DIA, nggak kenal dia, nggak kenal mereka, nggak kenal kalian, nggak kenal kamu...

In a perfect world
One we've never known
We would never need to face the world alone
We'll create our own
I may not be brave or strong or smart
But somewhere in my secret heart
I know
Love will find a way
Anywhere I go
I'm home
If you are there beside me


Dan dalam dunia yang cukup kejam ini, cinta yang akan membawa kita menuju jalan yang harus kita tempuh. Di mana ada cinta, ada damai dan kita tahu, kita sudah sampai di akhir kisah perjalanan...

ADIOS.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...