Langsung ke konten utama

JanjiMU tak Ingkar


Seperti kataMU, bahwa janjiMU tak akan ingkar
Sebab pelangi adalah lambang kesetiaanMU, lambang dari perjanjian yang tak ingkar
Meskipun, kata mereka Engkau terlalu sibuk berputar pada pikiranMU yang tak terjangkau
Bahkan hingga kudaki langit dan kugapai matahari dalam genggamanku
Atau kuselami samudera terdalam sekalipun
Menggali kedalaman bumi hingga ke intinya yang tertimbun
Menanti dalam kesabaran langit menitikkan embun
Tidak juga kudapati pikiranMU terselami
Namun tak sekali pun KAU ingkari
Kata mereka itu namun kataMU ini
Kata mereka ini namun kataMU itu
Betapa sulit menjalani nestapa yang seolah tak berujung
Definisi kata dan perbendaharaan dunia yang menyanjung
Yang bersahutan dan saling menyambung
Tak bisa mengiringi setiap jejak kaki yang berjuang
Seruput doa jadi saksi iman yang berikrar
Menjadi komitmen dasar yang mengakar
JanjiMU tak akan ingkar

ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...