Langsung ke konten utama

Perjuangan dan Pengertian Kalian


Dia harus eksis. Kali ini dia udah berjasa karena nggak rewel. Sebenarnya dia kemudian menjadi kalian.
Oke, sebut saja mereka Laptop dan HP.
Kalian berdua keceh banget. Kalian setidaknya selain berjasa juga nggak malu-maluin aku di tempat publik, nemenin aku disaat butuh buat ditemenin.
Kalian nggak diem aja, kalian hidup dan berhasil beberapa kali mengusir kegalauan hati (hah, bahasa macam apa ini).
Contohnya, waktu di kelas, Laptop.. kamu berhasil hidup selama dua jam mata kuliah dengan batere-mu yang sudah beberapa tahun menemani dirimu itu. Kamu berhasil, Nak, kamu berhasil. Aku bangga mempunyai kamu! Saat itu kamu tidak berteriak, “LOW BAT! LOW BAT!”
Kali ini ketika terjebak dalam kampus asing, kamu juga berhasil melahirkan dua ide sekaligus dan menemani aku menyusun ide itu hingga membentuk rangkaian cerita asik dan syahdu.
Aku cukup puas dengan kinerjamu itu Nak.
Lanjut ke HP, yang dari pagi nyawanya tinggal satu tapi nggak rewel-rewel juga minta “Mi-mi cu-cu” (baca: minum susu, artinya di-cas). Padahal banyak banget pesen yang harus kamu terima buat disampaikan ke aku dan beberapa gelombang suara yang harus kamu ubah jadi nada-nada suara yang mengalun jernih di telingaku. Makasih, kamu tahu banget kalau aku lagi butuh kamu dan kamu siap meng-cover kesibukan aku dengan cara, BERTAHAN HIDUP.
Akhirnya, ketika malam, aku tahu kamu udah capek banget. Kamu terlelap. Aku nggak marah, itu udah jam kamu tidur. Kamu emang udah terlalu bekerja keras hari ini.
Laptop... HP... makasih buat perjuangan dan pengertian kamu selama tadi. Aku akan menjaga kalian baik-baik agar tidak terjatuh dan terluka, setidaknya tidak di tanganku. Terimakasih yah.
Tertanda, pemilikmu yang keceh.
ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...