Langsung ke konten utama

Uji Dapur #1


Ketika umur semakin bertambah banyak dan ketika pernikahan menjadi seolah mengejar untuk menjadi target selanjutnya....
Ketika seorang perempuan yang akan menjadi ibu rumah tangga harus bisa memasak demi memanjakan lidah suaminya...
Tentu, memasak itu perlu latihan. Dan saya bersama cici saya terkepoh ini, kami berdua melakukan uji coba dapur dengan segala ke-awam-an level Newbie membuat kue yang...


Saya akan membeberkan alasan kenapa kue kedua dan ketiga gagal.
Pertama, tanpa timbangan dan takaran yang tepat, masukin dan campurin aja bahan-bahannya. Jadilah kue demikian...
Kedua, kue pertama berhasil karena menggunakan takaran yang pas, doa, dan...


Tak heran bukan kami berhasil di kue pertama...
Namun bukan itu saja, ada makanan ‘panas’ yang berhasil dibuat dengan tidak instan loh...


TARA, macaroni schotel. Rasanya enak, se-cup saja sudah kenyang. Warna kuning-kuning basah itu adalah butter yang didiamkan beberapa lama dan ditaruh ke dalam kulkas akan menyerap ke dalam macaroni sehingga menambah kegurihan rasa.
Satu lagi yang berhasil digoreng walau instan...


TEMPURA!!!
Sekian uji dapur episode kali ini.

ADIOS.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...