Langsung ke konten utama

Postingan

Menjalankan Fungsinya Hingga Akhir

Ia yang tidak terlalu terpandang tapi sangat berguna Mengikuti langkahku kemana pun aku pergi Walau kadang ia tinggal saja di rumah Menjaga tempat petidurannya dalam diam dan hening Ia tak pernah mengeluh melewati lumpur Menghantam kerasnya aspal Atau jalan mendaki dan berbatu Ia tetap diam tanpa keluhan Aku salut bahwa ia tetap menampilkan warnanya Cerah Bahkan ketika ia kehilangan setengah dari bagian dirinya Ia tetap bekerja sesuai fungsinya Sepatuku cantik sepatuku malang Ia tetap kupakai meski alasnya sudah hilang ADIOS.

Judul: Sesukamu

Aku habis nonton film A long visit my mom , film korea yang dari judulnya aja sudah greget-greget berbau tangisan nih. Mantjap, lanjutkan. Film Korea Malam Ini Menguras Emosi! Pas nonton di 10 menit awal aja, air mata aku ngocor . Setengah jam kemudian, berlembar-lembar tisu sudah habis dipakai. Oke, ini nggak lebay, ini fakta. Di sela tangisku yang super heboh, sebenarnya aku lagi pingin banget nangis. Aneh yah? Tiba-tiba ada alasan aku bisa nangis bombay tanpa perlu kasih alasan lainnya karena aku bisa berdalih bahwa filmnya sedih. Dua minggu belakangan ini, rasanya ada hal yang mengganjal. Nggak tahu apa. Tertawa di kampus, senyum bak putri seolah sedang T-P-T-P, dan ngobrol dalam candaan…sejenak mengalihkan perasaan nggak enak ini, tapi nggak benar-benar mengusirnya. Ada rasa kangen, entah pada siapa. Benar, tidak ada satu subjek khusus. Aku hanya rindu pada sesuatu yang seolah sudah lama kukenal tapi kini berjarak, rindu pada kondisi yang begitu kompleks tapi sebena...

Satu Ginjal Cukup

Hari ini aku jogging pagi. Niatnya biar sehat, kurusin badan, akhirnya malah bikin badan sakit dan makin gemuk karena makan tambah banyak, tapi topic malam ini bukan itu. Eh, udah subuh deh, bukan malam lagi. Jadi karena tempat olahraganya asik, pemandangannya bagus, dan ini putaran ke-11 sehingga aku jalan dengan langkah lambat, aku menikmati pemandangannya dulu. Pohon yang hijau, tanah yang coklat-setengah kering setengah berlumpur-, langit yang biru dan berganti kelabu, awan yang putih bergumpal di satu sisi dan menyisakan kecerahan di sisi lainnya, angin yang semilir membawa bau rumput yang disiram embun pagi, udara yang sejuk namun juga hangat di saat yang bersamaan dengan sinar matahari pagi yang menerpa, sejauh mata memandang ada gunung yang seolah menembus kelangit karena puncaknya disembunyikan awan, dan beberapa gedung tinggi. Wajah-wajah para pelari lain yang riang walau dipenuhi peluh, derap langkah kaki berlari yang berirama –cepat dan lambat-, atau sekedar obrolan r...

Malam Bermaaf-maafan

Ini bisa jadi permintaan maafku yang kesekian kalinya… Kamu pasti lagi nggak ada kerjaan, punya banyak waktu lowong yang bisa digunakan sehingga bisa membaca post ini yang isinya cuma seputar aku dan hidupku… Sementara aku juga punya banyak waktu lowong yang sengaja aku sediakan hanya untuk menulis barang satu sampai dua post sebelum menghilang beberapa hari hingga minggu untuk kemudian menulis lagi. Whatever it takes , aku mau bilang maaf kepada siapapun yang aku kecewakan, lukai, dan sakiti. Kemungkinan terbesar karena aku nggak sadar saat melakukannya, atau nggak sadar itu sudah mencapai level dimana orang lain nggak nyaman. Dulu, aku orang yang over care yang jatohnya jadi kepo ngurusin urusan orang lain dan ini nggak baik buat kedua pihak, somehow . Akhirnya, aku memutuskan untuk mengekang diri aku untuk mencampuri permasalahan orang lain dan mencoba menjadi pendengar yang baik. Kadang, orang hanya butuh didengar tanpa perlu solusi apa-apa karena belum tentu solusin...

Karena Martabak Begitu Enak

Kembali lagi di malam yang dingin dan…aneh. Aku sedang merapihkan catatan dan tiba-tiba ingin martabak. Biasanya hampir tiap minggu, di kota kelahiranku, aku akan menyantap martabak bersama keluarga. Martabak adalah camilan di malam hari yang enak dan tidak perlu berpikir panjang bahwa makanan ini akan menyebabkan berat badan bertambah. Seluruh anggota keluargaku suka dengan martabak. Malam ini ketika hujan rintik-rintik tidak stabil, kadang ada kadang lenyap, menyisakan udara dingin dan bau tanah, udara yang sumpek, walau lama-kelamaan digantikan dengan udara yang lembab dan dingin, aku mau martabak. Hanya sekedar mengungkapkan, kali ini berhubung aku sedang tidak perlu mengkhawatirkan si jabang bayi akan ngiler kalau ngidam tidak dipenuhi, jadi benar-benar hanya berkata, “Mau.” Titik. Tak dinyana, seseorang membawakan martabak. Di saat pengantar berbayar dipesan lewat online tidak ada yang mau menerima tawaran ini, orang itu mau. Sebut saja mas MM. lagi-lagi…harusnya aku...

Tentang Abang Tambang 2012

Dan aku melihat adikku seseorang yang sedang jatuh hati. Ia sepertinya telah menjatuhkan pilihan pada seorang lelaki yang istimewa. Banyak yang bertanya, “Kok boleh? Kok bisa?” Jawabannya, aku juga tak tahu. Hari itu hari Minggu. Kami ke gereja seperti biasa dan aku diperkenalkan dengan lelaki istimewa itu. Aku hanya tersenyum. Hatiku hanya berkata, “Ah…ini dia.” Lelaki itu tersenyum, manis. Perangainya sopan, namun keras. Keras dalam diam. Lelaki dengan sejuta impian dan perencanaan dalam hidupnya. Inikah lelaki untukmu? Lelaki yang akan kau sandingkan hidupmu dengannya? “Aku suka. Aku dukung,” kataku begitu saja. Hal itu tulus. Bukan hanya untuk menyenangkan adikku. Aku tahu peraturannya. Ada larangan dan batas yang tak boleh kami langgar. Suatu kode etik dan perijinan yang sungguh kompleks. Tapi aku yakin dan semoga harapan itu bisa terwujud. Adik baru yang bisa kupanggil abang… J Well , untungnya bapak memberi lampu hijau. Aku sependapat dengannya. Hati tidak pern...

TUHAN, Engkau kukagumi

Aku memandang ke langit Ia adalah cermin raksasa yang memantulkan birunya laut Dihiasi kapas-kapas awan putih Yang menggantung seolah dapat digapai tangan dengan mudah Aku memandang ke bumi Coklat dan hitam serta hijau Tempat kaki berpijak dan setiap tanaman dapat tumbuh Terletak di sana manusia dan setiap mahkluk yang berkeriapan Aku memandang ke sekeliling Beragam warna seperti pelangi Bersinergi dan berpadu-padan dalam untaian gambar bermakna Menceritakan sejuta cerita dalam diam Dan aku mengagumi indahnya perbuatan tangan Sang Pencipta Menghirup hidup dalam setiap udara di sekitar Merentangkan tangan merasakan desiran angin yang berhembus Dan basahnya kabut yang menuruni lereng bukit Dan terkagum dalam kedahsyatan alam yang bergemuruh TUHAN, Engkau kukagumi ADIOS.