Langsung ke konten utama

Postingan

Keponakan dan Sepupu Hari Ini

Hari ini aku harus merelakan waktuku menjaga keponakan dan sepupuku, yang sama-sama masih berumur 8 tahun. Dua anak ini, cewek dan cowok, memiliki latar belakang keluarga yang sama. Divorce , kurang kasih sayang, yang cowok hidup cukup, yang cewek hidup pas-pasan. Yang cowok keponakan, yang cewek sepupu. Miris melihat hidup anak-anak ini. Seandainya mereka bisa ngomong, “Saya juga tidak minta dilahirkan di keluarga demikian!” Lantas apa respon kita? Masih memikirkan diri sendiri, kesenangan pribadi, dan mempermak penampilan diri, bukan hati. Padahal, kalau tujuan kita hidup saat ini untuk maksud penyelamatan, dimana aplikasinya? Kumpulan itu bukan sekedar memberi makan, bukan sekedar mengenyangkan perut, tapi memenuhi ruang hati setiap orang yang hampa, mengisinya dengan kualitas tinggi dan bermutu yang tidak pernah bisa dapat dipenuhi dan ditawatkan oleh dunia ini, KASIH. Mereka butuh kasih, mereka butuh perhatian, mereka memerlukan pertolongan, untuk membalut setiap luka ...

Saya Orang Gila

Orang bilang aku gila, gila dalam artian melakukan hal-hal yang nggak wajar, abnormal, diluar dari kebiasaan orang pada umumnya… Bagiku, menjadi ‘orang gila’ itu baik. Setidaknya aku tidak bodoh. Einstein, Thomas A. Edison, Marie Curie, atau penemu-penemu lainnya sempat dilecehkan, disisihkan, dianggap gila karena nyentrik, tapi toh mereka keluar menjadi pemenang-pemenang, pribadi-pribadi unggul yang do something, create something that usefull for this life . Sementara, orang-orang NORMAL yang mengatai hal itu? Jangankan tercatat dalam sejarah, mereka saja tidak dikenal, bahkan debu tanahnya ketika mati sudah tak ada lagi, kenang-kenangan terhadap mereka pun tak ada. Betapa sia-sianya hidup. Tentang berbeban berat… Setiap orang hidup pasti punya beban, karena tinggal di Jakarta yang dataran rendah saja, tiap orang memiliki tekanan udara sebesar 1 atm. Jika tidak merasakan tekanan tersebut, barangkali orang tersebut sudah mati. Hal yang membedakan seseorang yang memiliki ...

Welcome September

Aku belum nulis apa-apa nih untuk bulan September yang kalau kata orang, September ceria. Well , nggak begitu sih dengan aku, maksudku, bukan aku nggak ikutan ceria juga. Aku mah selalu ceria-ceria aja. Nangis juga sambil ketawa-ketawa nggak jelas (loh, itu kayanya orang lain yang aku kenal deh, bukan aku), hehe. Sore ini sambil menunggu mobil datang karena dipinjam, aku melewatkan lagi rencana aku buat ke toko buku, buat ini dan itu. Entah, rencana-rencana yang nggak sepenuhnya aku pinginkan banget, setengah hati aku lakukan, selalu mentok sana-sini dan jadinya nggak okeh. Contohlah hari ini, nggak minat telepon siapa-siapa sebenarnya untuk buat janji karena jadwal minggu ini dan minggu depan full , tapi maksa. Akhirnya, malah kena jackpot dari temannya teman yang udah nggak temanan dan ternyata musuhan, terus aku yang kena. Contohlah lagi, nggak niat ikut makan malam bareng si om dan si tante, akhirnya, batal juga karena mobil akhirnya dipinjam dan belum balik hingga agak...

You Know by Do It

Aku mau share sedikit. Aku kepikiran tentang membuat kue beberapa hari yang lalu. Awalnya, aku tahu aku nggak bisa bikin kue, sampai akhirnya, aku mencoba untuk buat kue sendiri. Dari kue kukus sampai akhirnya kue panggang karena dapat hibah-an oven, beberapa kali sering gagal, entah itu bantet, nggak ngembang, gosong, atau bagian tengah masih basah sementara pinggirnya sudah terlalu kering. Aku mencari apa-apa saja kesalahan yang membuat kue ini nggak sempurna. Dari info yang aku dapat, entahkah membaca, bertanya, sampai melihat prakteknya langsung pada pakarnya, akhirnya aku mendapati beberapa hal sepele yang ternyata penting. Telur tidak boleh langsung digunakan ketika keluar dari kulkas, rendam dalam air biasa dahulu, kalau nggak, kuenya nggak ngembang. Wadah tidak boleh basah dengan air, terutama putih telur yang mau dikocok, jika wadahnya basah, putih telur tidak akan mengembang. Alat panggang harus dipanaskan hingga mencapai suhu yang diinginkan baru adonan d...

Idealis Penyelaras

Tipe Idealis Penyelaras  dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala.  Tipe Idealis Penyelaras memiliki fantasi yang hidup, intuisi yang nyaris seperti mampu membaca masa depan, dan s...

Karena Melo di Awal

Di saat melankolis kaya begini, biasa ide jadi lebih banyak mengalir. Tadi sore aku coba tes psikologi online yang gratis dan cukup terkejut (lebay) karena mendapatkan hasil aku ini melankolis, padahal beberapa kali sebelumnya tes, kalau nggak sanguine yah koleris. Ceriwis begini, terus suka mendominasi, sangat jauh dari plegmatis yang lebih pendiam. Dulu aku sempat berpikir aku ini melankolis karena suka dengar music POP yang slow dan membahas mengenai cinta. Gile yeh, anak SD kelakuan udah kaya ABG aja, sepertinya memang aku gede sebelum waktunya, haha. Bukan jadi kebawa melo sih sekarang. Dari hasil itu cukup kaget aja ternyata efeknya langsung dirasakan, bahwa hari ini aku mewek jelek. Aku teringat beberapa diskusi unik akhir-akhir ini. Waktu itu adik aku nanya, apakah aku dulu juga seperti mereka, nangis-nangis gitu? Aku jawab, ya dong, ga mungkin dari lahir aku udah kaya gini. Kemudian yang terekam di memori aku adalah bahwa adik aku nanya apa aku lahir dalam kea...