Langsung ke konten utama

Postingan

Dari Kepanitaan

Dalam kepanitiaan yang sebenarnya ingin saya pensiunkan saja di semester yang semakin bertambah ini, ternyata masih tidak terijinkan untuk saya berhenti sejenak dalam mengurusi segala hal yang berkaitan dengan uang, rapat, dan interaksi yang cukup intens dalam kurun waktu tertentu. Beberapa hal yang saya pelajari dari kepanitaan yang sudah-sudah yaitu: 1.        Planning Kalau mendengar perencanaan bagi beberapa kaum yang memikirkan bahwa, “Ah, rencana kan di tangan Tuhan.” Ya, saya juga penganut paham adanya Tuhan itu, tapi yang saya mau bahas di sini bukanlah mengenai agama melainkan mengenai sudut pandang pentingnya merencanakan. Mengapa? Supaya kita bisa berkata pada akhirnya, “Ternyata rencana Tuhan yang terjadi.” Bagaimana kerjanya? Mari saya jelaskan menurut pemikiran praktis saya. Kalau kita berencana, kita punya suatu jalan pemikiran sendiri mengenai rancangan yang akan kita lalui menjadi suatu alur cerita. Pada akhirnya, selalu dan s...

Rindu Menulis

Aku rindu menulis. Tapi semakin lama semakin dilihat, tulisan aku banyak spam -nya. Sebenarnya sih nggak apa-apa, toh ini blog pribadi, judulnya aja “Dear My Blog”, jadi boleh dong yah curhat suka-suka. Berhubung di dunia maya ada peraturan dan batasan untuk tidak mencemarkan nama baik suatu instansi maupun personal, tidak menyertakan suatu pernyataan yang masih belum terbukti kebenarannya, dan walaupun aku ingin sekali(-kali) menuliskannya menjadi ‘boom’,  tapi alhasil kembali menjadi spam yang nggak dimengerti orang. Bukan suatu kebanggaan ketika tulisan yang terpampang terus ditanya maknanya apa. Soalnya bukan satu dua orang, bahkan ada yang mengirimkan email untuk menanyakan makna yang terkandung dalam rangkaian kata-kata itu. Makasih banget yah atas perhatiannya, jujur saya sedikit terkejut karena mendapat antusias dari pembaca (walau hanya ada satu email sebenarnya). Hanya saja aku merasa belum berhasil menyampaikan isi pesan yang ada dalam tulisan itu kepada pembaca. J...

Negeri Alien

Pengasingan diri selama beberapa hari? Benar sih , mengasingkan diri, mengisolasi diri selama beberapa hari dari televisi, AC, mall, tugas, dan kenyataan bahwa saya akan menempati suatu kondisi dan keadaan tidak berdaya, means sendiri. Adalah suatu kejadian yang cukup menggoda, “ Kami menunggu kedatangan anda dan beberapa teman anda untuk datang pada acara kami yang akan diadakan setiap minggunya.” Wah, mata saya berbinar. Benarkah? Lalu muncul suatu keadaan yang membuat mata saya lebih berbinar-binar lagi. Sepertinya mata saya sebelumnya masih banyak kotoran dan belum dicuci dengan boor water , maka dari itu saya hampir terlena, seperti Hawa yang tergoda oleh ular untuk memakan buah dari pohon yang dilarang TUHAN untuk memakannya, walau syukurnya saya tidak sampai terbujuk seperti Hawa (terimakasih TUHAN), demikian godaan itu tampak sangat memikat. Hop! Lalu saya mendaratkan pantat saya di tanah yang keras, suatu alarm alami yang berseru kuat-kuat, “BANGUN! BANGUN! Selamat ...

Keserakahan Manusia

Kalau waktu selalu menjadi alasan untuk meraup uang, kalau waktu menjadi budak atas diri Kekacauan yang terjadi Sebab keserakahan manusia adalah penghancur dan ke-naif-an belaka Kalau penutup itu hanya sebagai selubung segala kejahatan supaya terlihat nyata bahwa suci diri Sesungguhnya semuanya adalah kebohongan keji Sebab keserakahan manusia adalah penghancur dan ke-naif-an belaka Kalau pencerminan diri hanyalah untuk menampilkan sesosok bayangan dari seonggok daging ditopang tulang Kemunafikan merajalela, merajai setiap pikiran untuk berbohong Sebab keserakahan manusia adalah penghancur dan ke-naif-an belaka Kalau hanya keuntungan dari kepicikan dan kebulusan untuk meraih hal yang dinamakan nilai Tumpang tindih saling sikut terjadi Sebab keserakahan manusia adalah penghancur dan ke-naif-an belaka Kalau kaki dan tangan serta tubuh yang berlenggok adalah persembahan yang menjijikan Kemesuman dan kejahatan yang ditimbulkan Sebab keserakahan manusia ...

11 Januari

Naik motor paling okeh bukan ketika ngebut-ngebutan di jalan, tapi pengalaman kali ini nih. Pakai rok ketat mini dan sepatu high heels , hujan-hujanan pulang dari kondangan lewat gang-gang sempit karena diportal buat layar tancep, ngikutin orang karena nggak tahu jalan, tiba-tiba orangnya berhenti. “Mas, kok berhenti?” tanya saya dengan polos dalam kondisi basah. “Loh, rumah saya memang di sini.” “Waduh! Saya nggak tahu jalan lagi. Keluar dari gang ini gimana yah?” “Lurus terus belok kiri mbak.” Cece, dibelakang saya, ketawa ngakak. “Kamu sih, udah ngikutin orang malah tanya kenapa dia berhenti, yah terserah dia dong mau berhenti.” Ketawa lagi, ngakak… Aku juga ngakak. Habis, aku kira mau ikutin mas-mas itu karena dia tahu jalan gang sempit karena jalan diportal. Ternyata eh ternyata, mas-mas itu kenal sama papa. Ngek banget deh… Alasan kali ini saya, cece, mama dan papa kondangan rame-rame adalah kebetulan . Kebetulan, papa pulang. Kebetulan, kondangan hari sab...

Tukang Parkir

Hari ini saya pergi sama mama ke Glodok, seperti biasa kami parkir di gedung Glodoknya dengan tukang parkir resmi, sayangnya kondisi pelataran parkir sangat tidak teratur sama sekali. Jadi motor memalang motor sehingga sangat sulit untuk mengeluarkan motor dari parkiran ketika saya, sebagai salah satu pengguna jasa parkir, sudah menyelesaikan jam belanja kami dan berniat kembali. Yang sangat mengecewakan di sini adalah ketika tukang parkirnya dipanggil dan ditanya bagaimana supaya motor saya yang terhalang ini bisa dikeluarkan. Jawaban si mas-mas ini, “Tidak tahu.” Titik. Lalu dia pergi tanpa usaha apapun, oke, usahanya cuma ngelirik. Rasanya tuh langsung pingin congkel mata abangnya, patahin kaki tangannya karena nggak guna. Emangnya masih jaman yah gaji buta, jadi tukang parkir yang nggak tahu gimana atur parkiran dan dengan gampangnya bilang nggak tahu?! Profesi kamu tukang parkir (tanpa merendahkan sedikit pun, justru saya menganggap profesi itu adalah suatu kerja profesion...

Apa yang Saya Lakukan Selama Liburan?

Yang pasti tetap berdagang. Berdoa. Belajar. Beres-beres rumah. Mencoba berbagai resep, itu sih harapan. Baru beberapa makanan kecil yang sederhana yang berhasil dilakukan seperti sop sayur, jagung rebus manis yang biasa dijual di cup. Dan pancake instan. Jujur saja, pancake ini hasil uji coba karena bahannya berupa powder instan yang dijual di hypermart karena promo. Hasilnya, bisa dilihat dari foto di bawah ini. Selain itu, menjaga keponakan. Foto muncul di bawah ini. Dan ketiga, menemani mama yang sakit ke Shinse, dalam bahasa Indonesia artinya guru. Semacam dokter gitu. Nah, di depan ruan pengobatannya ada toko obat tradisional cina. Aku lebih suka mencium aroma herbal dari bahan alam seperti ini daripada mencium bahan kimia rumah sakit. Rasanya lebih alami walau bukan berarti suka yah, soalnya yang namanya obat kan identik dengan sakit, jadi jauh-jauh deh dari sakit. Yang unik karena setiap toko obat cina racikan selalu punya lemari besar dan tinggi berkaca dan m...