Langsung ke konten utama

11 Januari

Naik motor paling okeh bukan ketika ngebut-ngebutan di jalan, tapi pengalaman kali ini nih. Pakai rok ketat mini dan sepatu high heels, hujan-hujanan pulang dari kondangan lewat gang-gang sempit karena diportal buat layar tancep, ngikutin orang karena nggak tahu jalan, tiba-tiba orangnya berhenti.
“Mas, kok berhenti?” tanya saya dengan polos dalam kondisi basah.
“Loh, rumah saya memang di sini.”
“Waduh! Saya nggak tahu jalan lagi. Keluar dari gang ini gimana yah?”
“Lurus terus belok kiri mbak.”
Cece, dibelakang saya, ketawa ngakak.
“Kamu sih, udah ngikutin orang malah tanya kenapa dia berhenti, yah terserah dia dong mau berhenti.” Ketawa lagi, ngakak… Aku juga ngakak. Habis, aku kira mau ikutin mas-mas itu karena dia tahu jalan gang sempit karena jalan diportal.
Ternyata eh ternyata, mas-mas itu kenal sama papa. Ngek banget deh…
Alasan kali ini saya, cece, mama dan papa kondangan rame-rame adalah kebetulan.
Kebetulan, papa pulang.
Kebetulan, kondangan hari sabtu malam.
Kebetulan, lokasi kondangan dekat.
Kebetulan, yang nikahan geng mama yaitu Geng Pasar TB (mengutip ucapan cece yang bilang, “Kalau kita disuruh foto sebutan buat kita adalah Geng Pasar TB, soalnya nggak ada relasi apa-apa selain pasar TB”)
Kebetulan, biasa malam minggu gini kita makan besar, alias mama masak special, untuk mengurangi tenaga memasak, jadilah kita beralih lokasi makan dari rumah ke ballroom, lumayan…
Jadi, begitulah kisah malam ini.
Oh, 11 Januari, seperti lagunya Gigi, aku sukaaaa…

ADIOS.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...