Langsung ke konten utama

Postingan

Satu Bulan

Ini Tentang Marah-Marah

Setiap orang marah, hampir setiap orang mengungkapkan kemarahan mereka dengan bersuara keras, membentak. Aku hanya berpikir, seberapa besar energi yang telah terkuras untuk melakukan kegiatan itu? Memang tak dipungkuri kalau lagi emosi pasti bawaannya gitu, seolah ada energi berlebih yang minta disalurkan dan kita nggak tahu bagaimana menyalurkannya sehingga salah satu jalan yang mudah adalah mencari sasaran untuk melampiaskan energi berlebih itu. Dosen, kalau lagi badmood paling nyusahin. Ngerjain soal salah, marah. Jelasin, mahasiswanya kalau nggak ngerti, ngambek, berhenti ngajar terus keluar. Yang rugi siapa? Mahasiswanya! Alasan dia badmood apa coba? Gara-gara tim bola yang dia dukung semalam kalah tanding padahal dia uda bela-belain begadang sambil bikin quiz dadakan buat mahasiswanya besok yang dapet jackpot kalau-kalau tim-nya kalah, dan tim-nya kalah, jadi mahasiswanya dapet quiz super susah dan nilainya? Hem... Kan begitulah nggak enaknya kalau marah-marah. ...

Suit...Sweet...

Mungkin kalian akan bilang, “Ah, itu mah kebetulan.” Tapi bagi aku, kisah ini nyata dan bukan sekedar kebetulan. Aku seorang mahasiswi yang perlu uang untuk kehidupan sebagai anak kos dan disinilah keahlian mengatur pengeluaran dilatih guna kehidupan yang lebih sejahtera dan tidak kekurangan. Awal kejadian ini karena kelas Fisika Modern yang ditiadakan karena dosennya sakit, jadi kita, mahasiswanya, hanya diberi tugas saja. Sepeninggalan dosen dari kelas, aku dan teman-teman berencana untuk mengadakan wisata kuliner (dan pengerjaan tugas ditunda), tapi berhubung Acil membawa bekal, jadinya hal itu dibatalkan. Untuk urusan kepanitiaan Iso Training , sebagai bendum yang sedang berurusan dengan masalah rembeurs , salah satu staff yang membutuhkan uang itu sedang berada di Perpus Pusat, jadilah aku ke sana untuk membereskan kepentingan ini dengan alasan aku nggak mau bawa-bawa banyak uang karena resikonya besar. Bukan uang-ku masalahnya. Entah kenapa, sangat ingin ke sana...

Momentum

Ini sih benar-benar nggak enak loh. Kamu tahu momentum kan? Dalam fisika, momentum itu kecepatan yang sangat cepat yang dialami sebuah benda di mana besarannya dapat dihitung dengan mengalikannya dengan massa benda itu sendiri. Momentum itu bersifat kekal. Kekal! Tidak ada yang berubah. Sebenarnya yang mau dijelaskan di sini adalah... Mau cerita dikit. Pernah dulu bertemu dengan seseorang, katakanlah dia adalah orang yang bener-bener dicintai. Tapi untuk sesaat aja waktu kita bersama merasakan kedekatan itu. Ibarat bola biliar, interaksi antar bola terjadi sebentar banget. Yah, kira-kira seperti itulah. Tapi seperti momentum itu, aku yakin yang namanya cinta itu akan kekal dan nggak berubah. Ya udah, sekian. Cuma mau bahas, ngerasain efek momentum itu yah kaya gitu. Ah, dan satu lagi. Grafik sin, cos, tan. Waktu itu ada yang pernah bilang, “Saya tidak suka merasakan grafik sin dan cos. Saya lebih suka merasakan grafik tan. Ketika sudutnya tepat 90 derajat, nilainya...

Ada apa sih dengan tanggal ini?

Sebenarnya, cuma mau spam aja sih. Udah bertahun-tahun, entah sejak dari kapan, tapi tanggal ini selalu menjadi hari memperingati ulang tahun seseorang. Tahun ini, dia umurnya udah 19 tahun. Nggak tahu deh rupanya sekarang gimana, udah tambah tinggi atau masih pendek, udah kurus atau masih gemuk, atau udah putihan atau masih item. Di suatu tempat di ujung sana, entah di mana, tapi pastinya di belahan Bumi bagian Barat, di sebuah benua Amerika di suatu negara yang punya Presiden Barack Obama saat ini, di suatu kota yang memiliki gedung-gedung pencakar langit, kota kelahiran Benjamin Franklin, oke-lah sebut saja Philadelphia. Memang nggak jelas di mana dia sekarang, pokoknya ada di situ. Seorang pria Indonesia yang hijrah ke sana untuk mengenyam pendidikan. Bahasa Inggrisnya oke tapi lupa sama bahasa ibu sendiri, bahasa Indonesia. Setiap tanggal ini, kita, atau lebih tepatnya, aku seorang, selalu ingat dan selalu berusaha mengucapkan, “Happy birthday yah.” Meski lewat sms ma...

Lo PHP Tuh

Capeklah kalau setiap kali kalau nyerempet kasus itu dan bilangnya, “Lo PHP tuh.” Kalau satu dua orang oke lah itu bercanda, tapi kalau tiap orang yang tahu masalah itu dan selalu bahas itu? Bosen. Aku juga nggak mau loh memberi harapan-harapan nggak jelas gitu. Waktu menjauh, nanti dikira aneh. Kan bagaimana orang menanggapi setiap respon yang diberikan dari orang lain, apakah baik dan buruk kemudian menjadi sebuah peluang yang menumbuhkan sebuah harapan. Kalau sekedar di bibir aja sih gampang. Bilang aja gini, bilang aja gitu, tapi untuk subjek yang menjalani cap yang diberikan oleh orang lain walau terlihat hanya sepintas lalu aja, itu nggak mudah, bung! Lagipula, mainan kaya gitu udah nggak jaman lagi. Masa mau ngambek terus, galau terus, labil terus, nyalahin orang lain terus, nggak mau tanggung jawab terus, bersembunyi terus, lari dari kenyataan terus, terus-terusan aja... Baik yang mengucapkan maupun menjadi korban dan seseorang yang dianggap pelaku, kita sudahi saj...

Donor Darah Lagi

Ini udah kedua kalinya loh donor darah. Sok berani jadi akibatnya itu adalah muntah-muntah ga jelas. Pasalnya, paginya kan nggak sarapan dan emang nggak niat donor darah tapi karena terlanjur daftar buat dapetin sebutir donat aja, akhirnya donor juga. Sebelum donor, makan ketoprak dulu terus lanjut deh donor darah. Pas donor santai aja, sakit dikit sih dan ngeri waktu jarum segede bagong mesti nancep selama setengah jam di lengan kiri dan jarum itu terus aja nyedot darah buat ditampung di sebuah kantong. Itu kelamaan gara-gara pembuluh darah yang ukurannya kecil. Pas donor masih ngobrol, masih oke, masih ketawa, pas ngambil kartu donor sedikit pusing, tidur bentaran, bangun lagi, duduk lagi, ngerasa mual, minta kantong, terus muntah. Isinya cairan semua apa yang tadi dimakan, KETOPRAK. Euh... Terus pulangnya tetap aja naik bis. Untungnya ada temen yang nemenin. Terus pulang-pulang ke kos langsung tepar, tidur. Badan meriang gitu terus bekas jarumnya perih. Kata petugasnya ng...