Langsung ke konten utama

Iony

Setelah sekian lama nggak nulis karena masalah internet modem yang nggak bisa konek ke laptop, akhirnya masalah untuk sementara ini sudah teratasi. Yah seperti biasa, semua ilham yang okeh-okeh sudah tumpah ruah entah berceceran di mana.
Akhirnya tema kali ini tentang Iony. Haha. Ini temen ngetik aku yang baru setelah Leppy mati, Happy dibalikin ke pemiliknya, kini giliran si macho Iony yang menemani aku. Sebenarnya mau dinamain Vany, cuma ih, kok sama kaya nama seseorang yah, jadi gimana gitu.
Iony ini awalnya aja udah bikin rempong. Masalah baterai yang cuma 80% aja bisa ke-cas-nya sampai heboh ke mana-mana, ditambah modem yang nggak compatible sama ‘penjalan’ program di dalamnya, udah buat beberapa orang kelimpungan. Makasih yang udah bantuin. J
Kita berkawan karib mulai dari sekarang loh, Iony. Dia yang bakalan sampai ke depan dan akhir hayat hidupnya yang menerima segala bentuk kelemahlembutan plus kekasaran dari pemakainya, bukan cuma aku, walau sebagian besar bakalan aku, tapi Iony ini bakalan lebih terawat (semoga).
Itu ada cuap-cuap untuk episode kali ini.

ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...