Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang Jendela

Jendela. Akhirnya aku tahu alasan dia push up, sit up seperti yang sering diumbar sama Koala. Jadi, Jendela sendiri yang cerita ke aku kalau dia itu pingin bales dendam lantaran waktu SMP, dia tuh disuruh ambil bola basket yang nge-gelinding ke deket dia. Tapi karena berasa nggak mau diperintah, Jendela akhirnya menolak. Karena kakak kelas itu emosi, Jendela dipukulin. Sejak saat itu, Jendela berniat buat membentuk tubuhnya untuk siap bertarung sama tuh kakak kelas. Tapi beberapa bulan kemudian, tuh kakak kelas udah pindah. Ternyata Jendela juga bisa main gitar, keren sekali!!! Waktu itu, dia hampir, dikit lagi, sedikit lagi, ceritain siapa yang dia suka dan siapa cewek yang dia anggap cantik. Duh, tiba-tiba Koala dateng. Zzzzz. Kenapa sih dia dateng disaat Jendela udah buka hati? Alhasil, sampe sekarang, aku nggak tahu lagi dan Jendela nggak pernah cerita lagi. Satu rahasia singkat, dia pernah nemenin aku ke wc(sampe depan doang). Duh, mana ada sih cowok yang segitu ...

Jendela

Ini tentang Jendela. Hm, hm. This is my love story before I knew something called THE TRUTH. Wanna read? Jendela... Kenapa yah aku kasih nama itu ke dia? Awalnya karena pas lagi mau curhat sama temen dan biasanya kita pake nama samaran(hampir semua nama orang yang aku curhatin aku yang kasih nama samarannya). Terus aku bingung kasih nama dia apa. Karena pas mata aku nangkep kaca nako kelas yah udah aku kasih nama Jendela aja. Mule bisa suka juga loh sama cowok. Hehe. Setelah perenungan panjang, aku jadi dapetin kenapa aku kasih nama dia Jendela. Mungkin awalnya ngasal tapi ternyata punya arti yang dalem...banget(cie i lah). Aku tahu dia. Jauh dari pergaulan sosial yang mengglobal di sekolah. Sebutan cewek-cewek lain yang juga menyukai dia adalah ‘si gunung es’, ‘pangeran salju’, ‘hati baja’, tapi bagiku dia tetap saja seperti Jendela. Kenapa? Karena, bukannya hal yang mudah untuk membuat dia membuka hati namun bukanlah hal yang sulit juga mengetahui sedikit, seti...

Cukup Sekali Ini

Kubuka jendelaku, kutatap langit yang membisu tiada berita kekasih t'lah pergi entah kemana Bagaimanapun jua kuterima semua ini kenyataan tak pernah kubayangkan di dalam hidupku ini Tiada benci dan dendam di hati walau luka nan perih Kucoba mengerti, dalam dunia ini tiada yang kan abadi Hanya air mata, menggenang tertahan kala aku sadari kini t'lah kau dapatkan seseorang yang lain Walau berat di hati namun kuhargai sikapmu Kala kau harapkan jabatan tangan menyadari kesalahan Jangan lagi kau ulang kembali kejadian ini Semoga menjadikan dirimu mengerti dan selalu kan sadari Menjalin cinta tanpa kau hayati cukup sekali ini Kumaafkan dirimu semua kesalahanmu Kudoakan dirimu semoga kau kan bahagia

Number One

Dear my Daddy... Aku ingin mengawali sebuah surat dengan kata-kata itu dan ditunjukkan pada Mr.Right. But... Entahlah. Apa aku ini anaknya? Apa hanya aku yang menganggapnya demikian? Apakah dia juga menganggap aku anak? Apa sekedar harapanku? Apa memang benar adanya? Aku lupa rasanya jadi seorang anak. Aku lupa rasanya memiliki seorang ayah. Aku punya satu. Kata guruku fungsi ayah adalah mencari nafkah. Fungsi ayah sebagai kepala keluarga. Fungsi ayah sebagai seorang suami. Tapi tidak pernah dikatakan fungsi ayah mendidik, merawat dan memberi kasih sayang pada anaknya. Aneh...atau benarkah? Masalahnya ayah-ku itu benar-benar menjalankan fungsinya sesuai yang guruku ajarkan. Atau guruku salah mengajar? Lalu, suatu waktu, aku mengenal Mr.Right. Begitu membingungkan. Dia mengaduk perasaanku membuat aku bertanya-tanya. Ada apa dengan diriku? Mengapa dia begitu berarti? Mengapa kami begitu dekat? Andai aku ditawarkan menukarkan hubunganku dan Mr.Right dengan aku dan ayah, ...

How to Escape

Ini kisah tentang beberapa tahun yang lalu... Tahun baru mengawali segala hal yang baru. Pergaulan yang baru membuat hidupku juga tidak sama seperti sebelumnya. Umurku yang memasuki masa pubertas tentu mengalami masalah yang disebut dengan 'cinta'. Hem, kalau tentang cinta pasti penasaran kan? Begini ceritanya... Aku baru saja melewati satu semeser di bangku SMA. Sesuatu yang kata orang adalah hal yang menyenangkan, ajang coba-coba di mana rasa ingin tahu-mu terpompa dan adrenalinmu menantang untuk dibuktikan. Aku-pun merasakan hal yang sama bagaimana situasi saat ini berbeda dengan saat aku masih berlindung secara rapat dibalik kepak ketek ibu-ku. Saat ini aku baru dapat mengintip dari sana untuk mencari tahu ada apa dibalik pengawasan orangtuaku. Oke , singkat cerita, semester baru yang akan kujalani ternyata membawaku mengenal sesosok pria, oke, cowok karena mereka maksudku kami, belum layak untuk dianggap dewasa sekalipun kami merasa kami mampu menghadapi apa...

Hanya Segaris Tipis

Antara putih dan hitam adalah abu-abu. Masa saat SMA. Pemilihan cita-cita, penetapan tujuan hidup. Hidup harus punya prinsip. Cowok apalagi. Kedewasaan dituntut. Setelah lulus dibilang, 'Masa mahasiswa kaya gini?!' Standar penilaian menjadi tinggi. Menemukan jati diri itu penting. Membentuk suatu karaktek tetap yang teguh. Jangan lembek! Waktu itu apa? Bagiku waktu itu kejam. Egois! Bisa jalan maju tapi nggak pernah mundur. Selalu konsisten, tetap. Tik tik tik. Tempo yang tetap, nada yang sama. Lalu tiba-tiba, cling cling, kita berdiri di suatu masa, kemarin sudah menjadi masa lalu, hari ini harus kita jalani, besok belum tentu ada. Memandang matahari tiap pagi adalah suatu anugrah. Siapa yang sangka hari ini menentukan hidupmu? Pilih ya atau tidak? Maju atau mundur? Kanan atau kiri? Cinta atau benci? Ahhhh.... Keduanya berbeda tipis. Frustasi lalu salah langkah. Menyesal tiada berguna. Memilih diantaranya bukan pilihan yang tepat! Mencari aman? Bahkan kau terjebak di tempat y...

Jadilah Pacarku

oleh:   Project Pop Siapa bilang nyatain gampang Harus pandai bermain kata Ada barang gak bisa nawar Barang hilang dibeli orang Wajah kamu begitu cantik Membuatku semakin sulit Tak ingin ku kehilangamu Jadinya ku coba saja Siapa tahu kita berjodoh Kamu, kamu sungguh manis Aku pun tergoda Jadilah pacarku Aku hatinya terpincut Suka sama kamu Jadilah pacarku Siapa bilang nyatain gampang Ku tak ingin dianggap gampang Tidak semua dapat ditawar Karna hatiku harganya mahal Wajah kamu begitu cantik Membuatku semakin sulit Tak ingin ku kehilanganmu Jadinya ku coba saja Siapa tahu kita berjodoh Kamu jangan pakai mikir Jawablah sekarang Jadilah pacarku Aku hatinya kepincut Demen sama kamu Jadilah pacarku Kamu jangan diem aja Kasihani aku yang bertanya-tanya Aku sudahlah terlanjur Terlanjur malu Jadilah pacarku