Langsung ke konten utama

Jendela


Ini tentang Jendela.
Hm, hm. This is my love story before I knew something called THE TRUTH.
Wanna read?
Jendela...
Kenapa yah aku kasih nama itu ke dia? Awalnya karena pas lagi mau curhat sama temen dan biasanya kita pake nama samaran(hampir semua nama orang yang aku curhatin aku yang kasih nama samarannya). Terus aku bingung kasih nama dia apa. Karena pas mata aku nangkep kaca nako kelas yah udah aku kasih nama Jendela aja.
Mule bisa suka juga loh sama cowok. Hehe.
Setelah perenungan panjang, aku jadi dapetin kenapa aku kasih nama dia Jendela. Mungkin awalnya ngasal tapi ternyata punya arti yang dalem...banget(cie i lah).
Aku tahu dia. Jauh dari pergaulan sosial yang mengglobal di sekolah.
Sebutan cewek-cewek lain yang juga menyukai dia adalah ‘si gunung es’, ‘pangeran salju’, ‘hati baja’, tapi bagiku dia tetap saja seperti Jendela. Kenapa? Karena, bukannya hal yang mudah untuk membuat dia membuka hati namun bukanlah hal yang sulit juga mengetahui sedikit, setidaknya aku tahu, tentang dia.
Dia bagai jendela dengan kaca film yang gelap pekat. Kau memang tak dapat masuk melaluinya tapi kau dapat mengintip melalui gelapnya kaca film asal kau dekat, menempelkan wajahmu pada jendela itu.
Aih, peribahasa lagi. Sindrom orang suka.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...