Langsung ke konten utama

Jadilah Pacarku



Siapa bilang nyatain gampang
Harus pandai bermain kata
Ada barang gak bisa nawar
Barang hilang dibeli orang

Wajah kamu begitu cantik
Membuatku semakin sulit
Tak ingin ku kehilangamu
Jadinya ku coba saja
Siapa tahu kita berjodoh


Kamu, kamu sungguh manis
Aku pun tergoda
Jadilah pacarku
Aku hatinya terpincut
Suka sama kamu
Jadilah pacarku

Siapa bilang nyatain gampang
Ku tak ingin dianggap gampang
Tidak semua dapat ditawar
Karna hatiku harganya mahal

Wajah kamu begitu cantik
Membuatku semakin sulit
Tak ingin ku kehilanganmu
Jadinya ku coba saja
Siapa tahu kita berjodoh


Kamu jangan pakai mikir
Jawablah sekarang
Jadilah pacarku

Aku hatinya kepincut
Demen sama kamu
Jadilah pacarku

Kamu jangan diem aja
Kasihani aku
yang bertanya-tanya

Aku sudahlah terlanjur
Terlanjur malu
Jadilah pacarku


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...