Langsung ke konten utama

Blank Space



Honestly,
Pagi ini aku benar-benar blank nggak tahu mau apa karena nggak ada kerjaan lagi yang bisa aku kerjain terbentur jadwal libur.
Biasanya aku sudah planning, hari ini mau kerjain ini, ini, ini dengan pencapaian target sekian, sekian, dan sekian.
Tapi pagi ini… fiuh.
Kenapa di masa injury time selalu banyak rintangan yang menghadang? (cie I lah).
Sampai akirnya, masuklah ke ruang kaca kedap dan berhadapan dengan om-om lagi. For the several time of my life, I realize that I more often interact with them. Mungkin karena lebih cocok karena cowok (yang normal) itu punya pola pikir (yang seharusnya) lebih simple dan nggak banyak main perasaan.
Dan keluar dari kotak kaca, aku menemukan diri aku, lagi-lagi terbongkar deh sebagian dari diri aku bagaimana, yang sebenarnya, aku sudah menyadari hal itu sebelumnya karena beberapa kali aku melakukan tes, aku juga menemukan almost balance dalam soal in or ex atau bisa dibilang ambi.
Sekian dari saya, yang lagi-lagi ter-distract dengan training, maka saya akhiri sampai disini dahulu.

ADIOS.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...