Langsung ke konten utama

Random Aja

Hari ini bisa jadi hari kemarin, karena esok bisa jadi hari ini
Lucu, dari sebegitu banyaknya aku berinteraksi dengan orang lain, entah mengapa belum banyak juga yang bisa kupahami sebagai suatu pola. Sebenarnya apa yang ingin dilakukan?
Entahkah setiap pribadi ingin dimengerti karena kadang pun diriku sendiri ingin bisa dimengerti tapi nggak punya kesempatan lagi di akhir ini, dan aku bersyukur karena itu.
Sampai saat ini, ketika blog ini sepi, aku sadar bahwa waktu tak banyak lagi untuk mengetik bagi diriku sendiri, untuk sedikit merenungkan bagaimana kebaikan BAPA, karena terlalu sibuk mengurusi pribadi lepas pribadi yang sebenarnya tidak pernah minta dan tidak mau aku urusin.
Terlepas dari soal jabatan atau tidak, aku peduli karena mereka berharga di mata DIA. Lalu apakah ada salahnya?
 Aku pernah bilang pada diriku sendiri untuk berhenti peduli, tapi nggak bisa. Seolah berhenti peduli artinya merelakan orang itu untuk berjalan sendiri, seolah meninggalkan mereka dan menjadi sesosok pribadi kejam, dan aku belum mampu untuk melakukan hal itu, belum
Ada sebuah kalimat yang mengatakan, Orang yang kamu sayangi adalah orang yang paling sering menyakiti kamu.
Seems it is true, but
Aku juga ingat bahwa ketekunan mengalahkan banyak hal, bahkan hal yang terlihat mustahil.
Baiklah, aku tetap melakukan ini, dengan atau tanpa
ADIOS.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...