Langsung ke konten utama

Dunia kerja itu jahat banget! Mulutmu!

Dunia kerja itu jahat banget! Mulutmu!
Dan aku males banget dengernya, bagaimana bawahan mencibir atasannya. Okelah kalau keterlaluan dan salah atasannya, terus segen buat ngomong, buat curahan hati jadi demikian. Tapi nggak perlu diiringi dengan melakukan kesalahan yang disengaja, ditambah lagi dengan omelan yang datang dari kelalaian diri sendiri, sadar diri aja dong!
Seandainya saya mata-mata, habis sudah semua anak-anak ini, yang entah mengapa, oknumnya adalah laki-laki. Ilfeel banget! Mana kelelakianmu? Kenapa harus bicara di belakang pemimpinmu? Lantas, mungkin saja suatu saat nanti akan ada masa giliranku yang diomongin. Duh, duh, duh. Budaya bangsaku, berubahlah oleh pembaharuan budi, namun oleh siapa? Itu yang tak terpahami.
Kalau sibuk karena kerja, sibuk dengan kewajaran, wajar nggak sih? enakan gabut atau dibayar karena qualified? Oke, ada yang protes nih, aku seenaknya ngomong gini padahal belum tahu apa-apa. Iya, aku idealis, sampai nanti juga tetap idealis kok, toh aku cuma mau mengamati dan menjalankan sesuatu secara benar. Salah? Yang menyalahkan sesuatu yang benar itulah yang salah dan tidak mengakui diri bahwa kesalahannya menilai adalah salah. Yaiks, selamat mencerna kalimat tersebut.

ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...