Langsung ke konten utama

SURAT CINTA

dini hari di akhir musim semi itu
tetes-tetes hujan menitikkan
suaranya bersahutan
kepada lelaki muda yang masih
terjaga sendirian

ada sebongkah gelisah tua di
kepalanya yang ingin ia pecahkan
seperti peti-peti es yang terasa
hingga menusuk-nusuk tulang
atau bak skala suhu yang
memanggang erang badan

lalu di meja kerjanya ia tuliskan
kembali sehelai surat cinta itu
:
aku mencintaimu kekasihku
dengan cara yang tak lagi lugu
dalam kelebat bayangmu
yang berlari di tepian waktu

aku memikirkanmu kekasihku
dengan cara yang mungkin tabu
dalam kepingan ilmu
yang terkoyak di buku-buku

aku masih mencintaimu kekasihku
dengan segenggam rindu yang haru
sepanjang waktu mengeja bahasamu



Clayton, 24/11/2005
Diambil dari Blog "Engkaulah Air, Engkaulah Tanah, Engkaulah Udara... Dan Engkaulah Bumi dan Semesta..."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...