Langsung ke konten utama

Kemarin itu...


Kemarin, aku dan saudara-saudara yang lain pergi ke suatu daerah di utara Jakarta. Langit waktu itu mendung dan mulai meneteskan air, namun hanya sebentar saja sebab tak lama kemudian rintik-rintik hujan berhenti. Lalu salah seorang diantara mereka berbicara padaku.
"Le, tahu nggak kenapa hujannya berhenti?"
"Kenapa?" balasku bertanya.
"Soalnya, hujannya pindah dari langit ke mataku."
Aku terdiam. "Maksudnya, kamu nangis gitu?"
Dia mengangguk.
"Haha, bohong ah." Aku tidak percaya karena dia itu anaknya ceria, heboh, suka ketawa-ketawa, jingkrak sana jingkrak sini, hiperaktif, caper(loh kok jadi jelek-jelek-nya).
"Ah, tuh kan, emang nggak ada yang percaya sih kalau aku nangis."
"Emang."
"Ada yang salah kalau gitu?" katanya horor.
"Apaan sih?" aku heran.
"Aku kurang ekspresionis. Harusnya ngomongnya sambil...'Hiks, aku...kemarin, hiks...nangis-di-jalan...huaaaaa."
"Lebay dasar!" aku memutar bola mataku.
"Le, aku kan pernah yah tidur sama temen sekamar, pake kipas. Terus dia denger, pas aku tidur tuh kentut gitu. Katanya masuk angin. Menurutmu gimana?"
"Apanya yang gimana?"
"Kalau kentut itu loh..."
"Yah udah mau gimana, daripada nahan kentut jadi sakit."
"Kalau gitu aku boleh kentut sekarang yah."
*Pret*
Hening.
"Gila yah... Nggak di sini juga kali. Lihat sikon dulu. Buset deh." aku mengibas-ngibas tangan untuk mengusir gas H2S yang beracun itu.
"Lah, kan Mule sendiri yang bilang, daripada sakit," katanya sambil memeletkan lidah.
"Dasar bocah!"
Akhirnya kami malah tertawa bareng. Haha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...