Langsung ke konten utama

Kepindahan



Sejak kepindahan (yang walaupun masih dalam masa transisi), aku jadi lebih sering jaga kandang, angkat telepon, dan bolak-balik halaman kertas yang dibrendel jadi satu.
Aku mengalami kebosanan karena terjebak pada rutinitas yang membosankan.
Mungkin jalan yang macet memang melelahkan, tapi sensasi berbeda selalu dirasakan.
Phew! What this situation are for?
Nggak, aku juga nggak ngeluh. It’s OK. Aku bisa lebih menyimpan tenaga untuk mencuci baju atau melakukan kegiatan lainnya dalam pengerjaan masalah rumah tangga.
Aku sedikit merasa ‘tergusur’ dari sekelompok orang yang mengaku team, yang awalnya hampir aku percayai, tapi kini tidak ada kata itu lagi (mungkin), karena aku lebih individualis dan bekerja secara independen.
OK, bahasa aku berat banget.
Aku juga merasa, no more fun lagi. Seriously, it just like robot do. Everyday hanging up on telephone, act like I am the happy people all the time. Why should I pretend someone else?
But, people around me feeling that all things running normally. Go to this place, go home when time is up. Think it is fine. Phew!
Tapi ya sudahlah…kebanyakan ‘ya sudahlah’ akan melapangkan dada dan menurunkan tingkat ke-kepo-an tingkat akut.
Akhir kata,

ADIOS.


Komentar