Langsung ke konten utama

Kepindahan



Sejak kepindahan (yang walaupun masih dalam masa transisi), aku jadi lebih sering jaga kandang, angkat telepon, dan bolak-balik halaman kertas yang dibrendel jadi satu.
Aku mengalami kebosanan karena terjebak pada rutinitas yang membosankan.
Mungkin jalan yang macet memang melelahkan, tapi sensasi berbeda selalu dirasakan.
Phew! What this situation are for?
Nggak, aku juga nggak ngeluh. It’s OK. Aku bisa lebih menyimpan tenaga untuk mencuci baju atau melakukan kegiatan lainnya dalam pengerjaan masalah rumah tangga.
Aku sedikit merasa ‘tergusur’ dari sekelompok orang yang mengaku team, yang awalnya hampir aku percayai, tapi kini tidak ada kata itu lagi (mungkin), karena aku lebih individualis dan bekerja secara independen.
OK, bahasa aku berat banget.
Aku juga merasa, no more fun lagi. Seriously, it just like robot do. Everyday hanging up on telephone, act like I am the happy people all the time. Why should I pretend someone else?
But, people around me feeling that all things running normally. Go to this place, go home when time is up. Think it is fine. Phew!
Tapi ya sudahlah…kebanyakan ‘ya sudahlah’ akan melapangkan dada dan menurunkan tingkat ke-kepo-an tingkat akut.
Akhir kata,

ADIOS.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...