Langsung ke konten utama

Syukurlah aku dipilih

Aku benar-benar nggak tahu apa itu kebahagiaan dalam artian yang sebenarnya.
Setiap hari yang harus aku lalui adalah sindiran, omelan, dan nggak jarang makian dan bentakan, diumurku yang sudah kepala dua ini. Lucu, juga aneh. Makananku setiap hari yah air mata.
Orang yang aku panggil papa dan mama selama hidup yang aku jalani, mempunyai dua orang anak, kakakku dan adikku. Aku? Aku hanya anak yang tidak benar-benar diinginkan untuk menjadi bagian dalam hidup mereka. Harusnya aku laki-laki, bukan perempuan. Kalau aku laki-laki, mereka tidak perlu punya tiga orang anak. Untunglah, adikku itu laki-laki dan kakakku perempuan. Jadi pas!
Aku tidak yakin benar apakah aku diinginkan atau tidak. Tidak terlalu menjadi masalah. Aku tetap menghormati mereka sebagai orang yang sudah melahirkan dan membesarkan aku hingga saat ini. Semua biaya, waktu, dan tenaga yang mereka sudah berikan nggak bisa kubalas semua. Maafkanlah. Meskipun aku tidak diinginkan sekalipun, setidaknya aku bersyukur aku terpilih untuk tahu apa itu Kebenaran. Setidaknya aku dipilih diantara milyaran manusia lainnya.
Dan aku benar-benar nggak tahu, apakah aku masih lama hidup di dunia ini?
ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...