Langsung ke konten utama

Orang-orang ini



Mereka adalah orang-orang yang aku kasihi. Entah, sebaerapa pun menyebalkan, bebal, sulit diatur, dan pemalu, masih saling egois untuk mementingkan diri sendiri, berpikir pendek, kerapkali tak acuh, bandel, dan tidak teliti memperhatikan dan mendengarkan, seringkali membangkang, dan hampir-hampir mengkhianati Penciptanya…
Mereka tetap mereka yang senyumnya selalu dinanti, yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja saat mendaki gunung, yang tidak bisa dibiarkan untuk tidak dinasihati ketika bersalahan, tidak dapat tidak dipeluk ketika mereka menangis…
Kenapa?
Kenapa ada daya magis yang begitu kuat untuk tidak diacuhkan begitu saja?
Wajah-wajah yang lebih cerah daripada para malaikat di Sorga sana. Hanya pertanyaan mengapa tanpa pernah benar-benar ingin tahu apa jawabannya.
Dan kemana ini semua ketika suatu tempat tersembunyi tidak semua yang dapat mencapainya?
Kemana harus berlari dan berlindung?
Lagipula,apakah fisik menjadi lebih diutamakan daripada keselamatan jiwa yang tidak terbatas oleh waktu.
Sudahlah, lagi-lagi aku berpikir terlalu keras. Takut, suatu saat aku berhenti berpikir, ketika raga dipanggil oleh tanah kemudian melebur bersama unsur-unsur bumi. Selama masih ada waktu…ahh, sudahlah.
ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...