Langsung ke konten utama

Hidup adalah HIDUP



Kamu mau berlelah-lelah dengan berpikir kompleks? Itu bagus.
Tapi menurutku, kesederhanaan itulah yang jadi kelebihan seseorang.
Tahu kenapa?
Karena akhir-akhir ini untuk hidup sederhana, hidup dalam kesederhaan itu sendiri, tidaklah mudah.
Memikirkan ini itu untuk memberikan yang terbaik itu bagus.
Tapi terlalu takut untuk berbuat salah dan mau melakukan segala sesuatu sempurna hanya untuk mendapat pujian dan tidak direndahkan itulah yang salah.
Kemana kakimu melangkah, kesitulah kamu berada.
Sama seperti buah pekerjaan tangan seseorang, bagaimana hasilnya disitulah diketahui niatan yang tulus atau hanya sekedar kedok busuk belaka.
Bagiku, bukan hadiahnya, tapi siapa yang memberi hadiah.
Sebuah mobil diberikan oleh seseorang yang bengis dibandingkan oleh ayahmu, pasti yang lebih sukacita kamu terima adalah yang diberikan oleh ayahmu karena dialah orang yang memberikan kasih sayang padamu, walaupun hadiahnya sama.
Seperti apa kesederhaan berpikir? Bertindak? Bersikap? Berbicara? Merespon? Memberikan tanggapan? Mengamati? Merasakan?
Karena semua itu kini kian pudar.
Mungkin dikiranya segala huru-hara adalah bagian kenikmatan yang perlu dicicpi, padahal itu adalah karya fatamorgana yang tak perlu dijalani.
Karena hidup terlalu singkat untuk diambil pusing.
Hidup adalah kepingan puzzle yang akan diketahui kelak ketika rangkaiannya tersusun menjadi sebuah imaji yang realistis.
Hidup adalah bagaimana menjalani dan menyikapinya secara sederhana.
Karena hidup adalah HIDUP!

ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...