Langsung ke konten utama

Hari di Bulan Oktober

Setelah kemarin sempat berbagi kisah mengenai jalan yang sudah balik, hari ini saya mau:
Say thanks to my Lord Jesus Christ
Yang sudah merileksasikan keadaan kedalam kondisi yang lebih fleksibel, nggak sekaku dulu, walaupun…effort untuk menyatukan berbagai kepala yang sedang panas seringkali nggak mudah.
Well, setidaknya kehadiran saya hari ini tidak menimbulkan huru-hara dan membantu untuk menimbulkan senyum di tiap bibir saudara-saudari saya setelah mengalami ketegangan yang cukup mendebarkan jantung.
Setidaknya juga, ada gunanya saya lahir di dunia, kalau nggak bisa berguna-guna amat kaya merubah dunia menjadi damai sejahtera selama-lamanya (karena dunia yang sekarang disimpan dalam nyala api, pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya), yah masih ada untuk ingatkan satu sama lain buat keep strong dan the show must go on with or without someone.
Banyak yang perlu dipelajari sekalipun seumur hidup yang cuma sehari aja pun masih belum cukup untuk mempelajari dan memahami semua hal yang (seringkali) bukan jadi bagian kita untuk diketahui. Setidaknya juga, dalam waktu sesingkat satu hari ada tanda mata yang bisa membuat hati Sang Pencipta terhibur dan tidak menyesal  karena sudah menciptakan buah tangan-NYA.
Walau kata-kata ini semakin membingungkan, tapi selamat membaca dan mencernanya.
ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...