Langsung ke konten utama

Secret About...

Bukan aku yang menutup diri dan menyembunyikan siapa aku sebenarnya.
Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
Dikenal semua orang, jadi bukan aku yang menyembunyikan diri untuk mengenalkan siapa aku sebenarnya. Tidak banyak yang kututupi tapi justru seringkali orang yang berbicara dengan ku tutup telinga dan tutup mata mereka untuk memperhatikan apa yang sebenarnya ada dihadapan mereka dengan jelas, namun mereka tidak mau peduli.
Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak.
Bukan aku yang tidak mau berbagi hal yang berharga itu, bukan aku yang tidak mau mengajak mereka untuk ikut bersama menggali suatu harta yang berharga. Ada dua hal:
Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.
Dan
"Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
Jadi semua bukan kehendakku. Yang pertama, buka hati, relakan hati, untuk mau tahu, mau diajar, mau mengerti atas rahasia-rahasia yang tertutup bagi mereka yang tidak berhak mengetahuinya, tapi diberitakan bagi mereka yang dianggap layak untuk mengetahuinya.
Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Tuhan, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
Menjadi jelas mengapa begitu banyak ungkapan, begitu banyak perumpamaan, karena BAPA-ku pun demikian dalam berucap kata, dalam menuturkan dan menyampaikan hal yang harus ia sampaikan karena itu:
Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.
Ah, ngeri lah kalau hal-hal ini disiarkan bagi mereka, mungkin dunia ini akan gila, mungkin sebagian memberontak, atau mungkin sebagian berbalik dari jalannya yang jahat menuju jalan yang benar.
karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.
Sedikit bung, sedikit yang tahu jalan kebenaran…
Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.
Apa? Dimurnikan? Siapa yang tahan? Pemurnian itu adalah sesuatu yang menyakitkan dalam setiap prosesnya dan setiap prosesnya adalah pemurnian untuk menjadi layak.
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Tuhan kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
JanjiNYA, hadiahNYA, memang layak untuk diperjuangkan.
Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati.
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus.
Halleluya, Amin.



Komentar