Langsung ke konten utama

When You Believe

Many nights we¡¯ve prayed
with no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song
We barely understood
Now we are not afraid
Although we know there¡¯s much to fear
We were moving mountains
Long before we ever knew we could

There can be miracles
When you believe
Though hope is frail
It¡¯s hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will
You will when you believe

In this time of fear
When prayer so often proved in vain
Hope seemed like the summer birds
Too swiftly flown away
Yet now I¡¯m standing here
With heart so full I can¡¯t explain
Seeking faith and speaking words
I never thought I¡¯d say

There can be miracles when you believe
Though hope is frail
It¡¯s hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will
You will when you believe...

A-shi-ra la-do-nai ki ga-oh ga-ah
(I will sing to the Lord, for he has triumphed gloriously)
A-shi-ra la-do-nai ki ga-oh ga-ah
(I will sing to the Lord, for he has triumphed gloriously)
Mi-cha-mo-cha ba-elim adonai
(Who is like You, oh Lord, among the celestial)
Mi-ka-mo-cha ne-dar- ba-ko-desh
(Who is like You, majestic in holiness)
Na-chi-tah v¡¯-chas-d¡¯-cha am zu ga-al-ta
(In Your love, You lead the people You redeemed)
Na-chi-tah v¡¯-chas-d¡¯-cha am zu ga-al-ta
(In Your love, You lead the people You redeemed)
A-shi-ra, a-shi-ra, a-shi-ra...
(I will sing, I will sing, I will sing)

There can be miracles
When you believe
Though hope is frail
It¡¯s hard to kill
Who knows what miracles

You can achieve
When you believe
Somehow you will
Now you will
You will when you believe

You will when you believe



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...