Langsung ke konten utama

Indahnya Indonesia Agungnya Sang Pencipta

Sejauh mata memandang
Terhampar permadani sawah
Yang menguning tanda
Padi telah siap dituai

Awan tebal menaungi
Matahari sedikit-sedikit mengintip malu-malu dibaliknya
Memancarkan cahayanya
Yang gilang gemilang

Laut biru yang bergelora
Ombak yang menggulung
Memecah pantai
Karang cadas yang kuat
Seakan menantang
Datangnya ombak
Kecipak air membasahi kaki-kaki
Pasir yang mengundang untuk dipijaki
Begitu lembut dan gemilauan
Ditimpa sinar mentari di ufuk barat

Tebing curam yang kokoh
Menggambarkan betapa agung Sang Pencipta
Siapa yang dapat memanjatnya
Menjangkau setiap celah

Danau yang tenang
Terkungkung oleh megahnya gunung
Kabut yang kelabu menutupi
Seakan pucaknya menembus tinggi ke langit

Hutan rimba yang lebat
Agung yang misterius
Mengundang ingin tahu
Ada apa gerangan dalam naungan pohon nan rindang
Yang menari lembut ditiup angin sepoi
Tiap pagi embun memberinya minum
Menyengarkan sampai ke lubuk jiwa terdalam

O betapa dahsyat Pencipta Semesta
Yang menjadikan segala sesuatu
Aku mendecak kagum
Betapa luar biasa DIA

O betapa indahnya alam ini
Alam ku
Bangsaku
Indonesiaku tercinta



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...