Langsung ke konten utama

Bila Waktuku Tiba

Akhir-akhir ini aku sering banget mual, perut sakit, dan nggak nafsu makan. Mungkin ini terlalu berlebihan, tapi apa sebentar lagi aku akan mati?
Aku membayangkan kalau ajal menjemput itu seperti apa?
Bukan karena aku takut menghadapinya, tapi pertanyaannya lebih kepada apakah aku sudah siap?
Ketika aku menoleh ke belakang untuk melihat apa saja yang sudah aku lakukan, apakah itu memberikan efek positif? Sudah benarkah? Apakah aku sudah melakukan hal yang berguna bagi orang lain?
Dan ketika aku melihat ke depan, pertanyaannya menjadi…hal apa yang belum aku lakukan?
Sampai akhirnya, suatu Buku Tua mengajarkanku untuk melakukan yang terbaik tiap-tiap hari, selama masih dapat dikatakan ‘hari ini’. Segala yang aku perbuat untuk Tuhan supaya aku bisa melakukan yang terbaik dengan segenap hatiku secara tulus.
Dan pertanyaannya, apakah aku siap ketika waktuku tiba untuk pulang dan meninggalkan dunia ini? Jawabannya, harus siap!

Hasil gambar untuk ready?

ADIOS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...