Langsung ke konten utama

Beauty and The Beast

Hari ini aku terharu banget karena dapat kesempatan buat…
Memang, karena masalah kecil banget kok, hanya karena aku bisa nonton Beauty and The Beast, sendiri, dan aku sungguh menikmati filmnya. Salah nggak yah?
Dari semua princess tale di Disney, aku memang paling suka Belle. Dia sederhana, berjiwa berpetualang, dan keingingtahuannya. Dia juga suka baca buku dan yang paling penting dia mencintai seseorang karena hati.
Aku cuma membayangkan, Tuhan itu mencintai manusia nggak pandang paras kita, kelebihan kita, kehebatan kita, tapi dari kelemahan dan kekurangan kita sekalipun, DIA tahu dan DIA tetap mencintai kita, karena dari kelemahan kita DIA pingin bilang kalau DIA yang akan menyempurnakannya tanpa mempermasalahkan sedikit pun.
Di tengah kepenatan dan seabrek-abrek kewajiban dan tanggung jawab yang dikejar tayang, rasanya memang seperti menunda pekerjaan selama 120 menit, tapi itu berharga banget dan sangat membantu aku. Menghibur aku. Salah nggak yah?
Belle benar-benar pemenuhan fantasi aku tentang prince charming, princess, and castle, and all about magic. I don’t like it, but I love it! Is this insane?
Dan aku suka semua lagu yang dinyanyikan di sana, semuanya persis seperti original yang selalu kutonton dulu, dan aku punya CD orignalnya, side A and side B. Dulu masih VCD dan masih dua CD gitu yang nggak pernah aku bosan untuk ditonton lagi dan lagi dan lagi.
Oh, tapi aku nggak suka bunga mawar, dan tanduk-nya si Beast, tapi suasananya dan gaun Belle keren banget dan Emma Watson cantik banget. Dandanannya natural tapi malah menonjolkan kecantikan dia. Dan Stevens ganteng pas dia baru aja berubah jadi pangeran lagi, waktu rambutnya tergerai begitu aja belum di 'kriwil-kriwil' lagi. Mata biru-nya itu loh! Melting deh.
Baru kali ini aku seneng banget nonton film fairy tale and this is so touching. Mungkin berlebihan, tapi aku bener-bener sukaaa banget walau kalaupun salah mengenai hal ini, well ya, I’m sorry about that.
Image result for beauty and the beast



ADIOS.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Pita Hijau, Kuning, dan Merah

Ini pengalaman ospek yang lucu, menggemaskan sekaligus menyebalkan. Pasalnya, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Ini terjadi pagi hari saat hari pertama OKK, ospek untuk Universitas di Depok berlangsung. Jam 7 pagi kami semua harus berkumpul, tapi aku dan teman-temanku malah berjalan santai berlenggang kangkung bak putri solo yang memakai kebaya rapat jaman dahulu. Jadi pada intinya, kita jalannya santai aja padahal ada kakak senior berjakun yang jagain dan ternyata kita nggak boleh naik bikun(alat transport)ke balairung, tempat berkumpul dan acara berlangsung. Otomatis, kita mesti lari-larian dari teknik melewati ekonomi, melewati jalan diantara FIB dan FISIP. Ngos, ngos. Pemeriksaan. Cek list, pass... Jalan santai lagi sambil menikmati hawa sejuk yang agak menusuk kulit tapi pemandangan hijaunya daun menyegarkan sekali. Kami seperti menganggap ini adalah jalan santai, jalan pagi bagi para manula untuk menghindari osteoporosis. Sementara, senior-senior berjakun sudah ber...

THE END

THE END. ADIOS.

Salam Perpisahan

Halo semua, ini mungkin jadi sapaan terakhir. Mohon maaf kalau terakhir hanya ada dua kata tanpa cuap-cuap perpisahan. Akhirnya, aku memutuskan untuk menulis satu post lagi. Di post dua kata sebelumnya, aku memang berniat untuk menyudahi blog ini. Bukan berarti aku akan berhenti menulis. Tidak, tidak. Menulis adalah bagian hidupku yang tidak bisa kutinggalkan. Kalau ada anugerah Tuhan yang bisa aku miliki, menulis adalah satu-satunya hal yang aku tahu bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Mungkin (ini masih mungkin), aku akan membuat blog baru dengan nama baru. Aku sudah lama memikirkannya. Blog baru aku akan kuberi nama dengan anagram dari nama asliku. Blog baru-ku pastinya akan lebih membosankan dari blog ini. Jadi, bagi kamu-kamu yang sudah setia bersama blog ini, selama 9 tahun, terima kasih banyak. O yah, kenapa blog yang baru akan lebih membosankan? Karena isinya akan seputar opiniku mengenai politik dan SARA, pendidikan dan isu sosial di masyarakat, komentar kuli...